alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Jalani Sidang, Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga Tak Ajukan Eksepsi

03 Juni 2021, 15: 55: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

TERPISAH RUANG: Sumani, tersangka pembunuhan satu keluarga di Desa Turusgede, Rembang, menjalani sidang pertama kemarin.

TERPISAH RUANG: Sumani, tersangka pembunuhan satu keluarga di Desa Turusgede, Rembang, menjalani sidang pertama kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Tersangka kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Turusgesde, Rembang, Sumani menjalani sidang pertama kemarin. Ia maupun kuasa hukumnya tak mengajukan eksepsi. Sehingga pekan depan langsung dilanjutkan dalam sidang pembuktian.

Diberitakan sebelumnya Sumani didakwa membunuh satu keluarga. Subekti; istrinya, Tri Purwati; serta anak, AS; dan cucu, GLK. Mereka ditemukan tewas di kediaman mereka di Desa Turus Gede, Kecamatan Rembang Kota, Rembang, Kamis (4/2). Mereka ditemukan meninggal di kamar masing-masing dengan luka lebam di kepala.

Sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Rembang sekitar pukul 13.00 kemarin. Namun, untuk tersangka mengikuti dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Rembang secara virtual. Sementara, di ruang sidang dihadiri tiga hakim, satu panitra, satu penasihat hukum, dan satu jaksa penuntut umum (JPU).

Baca juga: Perayaan HUT ke-19 Jawa Pos Radar Kudus Diawali Khataman Alquran 

Tampak juga beberapa keluarga dari korban Anom Subekti. Dalam sidang itu penasihat hukum menjelaskan detail bagaimana kronologi pembunuhan yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia itu.

Ketua Majelis Hakim Anto Supiryo beberapa kali memberikan pertanyaan-pertanyaan ringan kepada Sumani. Seperti tanggal lahir, alamat, dan pendidikan terakhir. Selama sidang Sumani kooperatif.

”Baik yang mulia,” jawab Sumani di sidang.

Ketika ia ditaya, jawabnnya tak jauh beda. ”Iya yang mulia, mengerti yang mulia,” jawab Sumani kepada pimpinan sidang.

Dalam perjalanan sidang ke depan, ia akan didampingi Setyo Langgeng. Sebagai penasihat hukum yang ditunjuk oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang. Dalam sidang kemarin Setyo tak mengajukan eksepsi atau keberatan dari tuntutan yang dibacakan JPU.

Saat ditemui di luar sidang, Setyo menjelaskan, menurutnya dari pihak terdakwa sudah memahami secara formil dari dakwaan. Sehingga dari penasihat hukum merasa sudah cukup dan tidak mengajukan eksepsi.

”Dan langsung memohon dilanjutkan pembuktian. Di suasana pandemi Covid-19 ini juga persidangan bisa lebih efisien,” katanya.

Tentunya tanpa mengurangi makna saat pembuktian nanti. Menurut dia, inti dari persidangan adalah pembuktian materiil. Hingga kemarin pihaknya belum bisa berkomunikasi dengan Sumani. ”Kami secepatnya akan komunikasi dengan pihak terdakwa,” imbuhnya.

Sementara itu, Santoso dari pihak keluarga korban meminta agar Sumani bisa dihukum mati. ”Saya belum lega (kalau dihukum seumur hidup,Red). Itu kan ada nyawa empat. Terutama ada anak-anak. Ada dua anak. Intinya utang nyawa bayar nyawa,” tegasnya.  

(ks/vah/zen/top/JPR)

 TOP