alexametrics
Selasa, 27 Jul 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Gaet Komunitas, Pemdes Langgardalem Kudus Kembangkan Wisata Jadul

02 Juni 2021, 14: 54: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

CINTA BUDAYA: M Fadloli sedang menunjukkan batik buatannya di Desa Langgardalem. Dalam pengembangan wisata pihaknya akan bekerja sama dengan komunitas dan membuka paket wisata.

CINTA BUDAYA: M Fadloli sedang menunjukkan batik buatannya di Desa Langgardalem. Dalam pengembangan wisata pihaknya akan bekerja sama dengan komunitas dan membuka paket wisata. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Pemdes Langgardalem mengembangkan wisata heritage. Salah satunya dengan menjalin kemitraan di luar Kudus dan menyiapkan beberapa paket wisata.

Ada beberapa paket wisata yang ditawarkan di Desa Langgerdalem. Beberapa peninggalan rumah tempo dulu hingga masjid Sunan Kudus masih bisa dinikmati hingga sekarang. Tak hanya itu desa tersebut juga punya warisan budaya, yakni batik Kudus.

Perajin batik Kudus Muhammad Fadloli menyatakan, dulu Langgardalem menjadi pusat pembuatan batik Kudus. Salah satu yang memproduksi yakni neneknya. Kini, dia melanjutkan membatik agar tradisi tak punah.

Baca juga: Pantau Pasar, DPRD Kudus: Bandel Prokes bakal Ditutup

Perajin Omah Batik-ku Batik Kudus itu menyatakan, pihaknya mendukung wisata heritage di Langgardalem.

“Pengembangan wisata ini (Herritage, Red) gampang-gampang sulit, kami menggandeng komunitas batik dari berbagai kota. Salah satunya asal Surabaya,” katanya.

Dengan menggandeng komunitas batik dan masyarakat, batik Kudus akan dikenal sekaligus dikenakan. Peluang itu nantinya akan membuat keberadaan batik Kudus asal Desa Langgardalem tetap lestari.

Selain membuka relasi dengan komunitas, pengurus akan membuka beberapa paket wisata edukasi. Paket ini nantinya akan dibuka untuk sekolah hingga umum.

“Ada jadwal tour di ke sejumlah lokasi, pengunjung akan bisa menikmati bangun kuno yang ada di desa,” terangnya.

Namun melihat kondisi pandemi ini, pihaknya masih belum membuka paket-paket wisata terebut. Mengingat dilakukan pembatasan masyarakat dan aturan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Diketahui, ada beberapa desa di Kudus Kulon yang akan menjadi destinasi wisata herritage. Desa-desa itu terintegrasi dengan keberadaan Sunan Kudus. Ada pun desa tersebut antalain, Desa Kauman, Langgardalem, Janggalan, Kauman, Kelurahan Kerjasan, Kajeksan, dan Damaaran. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP