alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Syoeb, Perajin Mihrab Masjid di Jepara

Ornamen Menyesuaikan Pesanan, Pengukir Kaligrafi Harus Suci

01 Juni 2021, 21: 02: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

PROSES: Syoeb (kiri) mengamati pekerjanya yang tengah menyelesaikan salah satu pesanan dekorasi mihrab masjid asal Klaten.

PROSES: Syoeb (kiri) mengamati pekerjanya yang tengah menyelesaikan salah satu pesanan dekorasi mihrab masjid asal Klaten. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Share this      

Perajin hiasan mihrab masjid salah satunya adalah Syoeb, 45, Bawu, Batealit, Jepara. Dia menekuni pekerjaan itu sekitar empat tahun lalu. Dalam membuat ornamen kaligrafi, pekerjanya ia wajibkan suci. Dia membuat sesuai pesanan. Pelanggannya tak hanya juga datang dari Pulau Jawa.  

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Radar Kudus

SUARA mesin tukang dan alat tata terdengar sampai jalan Kyai Kathi. Beberapa pengukir terlihat fokus mentata gambar ukiran atau mal ukiran. Beberapa pekerja melem gambar ukiran di kayu Jati. Mereka semua sedang mengerjakan mihrab.

Baca juga: Objek Wisata Tetap Buka

Ada sekitar sepuluh pekerja tampak menyelesaikan pesanan dekorasi mihrab masjid di halaman rumah Syoeb, di Jalan Kyai Kathi, RT 15/RW III, Bawu, Batealit, Jepara. Ada yang mengukir, ada pula memotong kayu. ”Ini pesanan dari Cawas, Klaten. Orangnya minta perpaduan ukir motif Jawa. Majapahitan,” papar Syoeb.

Ia menggarap setiap pesanan hiasan dekorasi masjid tersebut bersama dengan 14 orang pekerjanya. Pengerjaannya setiap hari. Dalam waktu sebulan setengah, ia dan pekerjanya mampu menyelesaikan satu hingga dua pesanan.

Pesanan-pesanan tersebut dibuatnya terlebih dahulu di bengkelnya. Mulai dari tahap pemotongan kayu, pengukiran kayu, hingga tahap finishing. Saat membuat itu, masing-masing bagian dibuat terpisah. Agar mudah dibawa ke tempat pesanan.

Sedangkan penggabungan satu bagian dengan bagian lain, menggunakan baut. ”Saya menghindari betul penggunaan lem. Sehingga saat terjadi kerusakan atau apa, mudah menyervisnya,” papar Alumnus Ponpes Pesantren Tanggir, Tuban, ini.

Ia khusus membuat dekorasi mihrab masjid. Pesanannya tak hanya di sekitar Jepara atau sekedar Pulau Jawa. Namun, juga beragam daerah lain di luar Pulau Jawa. Seperti Makassar, Bone, hingga Bali.

Syoeb menerangkan jenis kayu yang ia pakai adalah kayu jati perhutani. Salah satunya ia datangkan dari Blora. ”Jenisnya lebih awet dibanding kayu lain,” ungkapnya.

Dalam membuat pesanan dekorasi mihrab, khusus ukiran kaligrafi diselesaikan dua orang. Dalam mengukir pun harus dalam keadaan suci. ”Karena biar bagaimanapun, itu kan kalam suci (Alquran, Red),” tuturnya.

Harga setiap pesanan berbeda. Menyesuaikan ukuran pesanan dan tingkat kerumitan ornamen. Hiasan ornamennya mengikuti permintaan pembeli. Bisa berupa model Majapahitan, geometric, dan lainnya. ”Pesanan tersebut kami antar. Kami pasang. Setelah itu juga masih terdapat garansi yang kami berikan,” tutur Syoeb.

Dari pengakuannya, melihat keindahan masjid dengan karyanya itu cukup membuat dirinya bangga. ”Tanpa keuntungan pun saya rela. Karena bisa membuat orang lain senang,” pungkasnya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP