alexametrics
Selasa, 27 Jul 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Hasan Islahudin, Wirausahawan Kedai Kopi

Bangunan Sengaja Dibikin Setengah Jadi

31 Mei 2021, 12: 09: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

UNIK: Hasan Islhudin melayani pembeli di Kitho Coffe yang berkonsep unfinished di kedainya belum lama ini.

UNIK: Hasan Islhudin melayani pembeli di Kitho Coffe yang berkonsep unfinished di kedainya belum lama ini. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Share this      

TAK seperti cafe pada umumnya yang memiliki kesan mewah. Salah satu pemilik kedai kopi Hasan Islahudin menghadirkan konsep unfinished atau setengah jadi. Di beberapa bagian dinding kedai kopinya sengaja diperlihatkan bata merah tanpa plester.

EKO SANTOSO, Radar Kudus

DI pelataran depan kedai kopi Kito Coffe lantainya tak diplester. Hanya diberi kerikil-kerikil. Secara keseluruhan tempat nongkrong itu justru terkesan seperti bangunan belum jadi. Meski demikian, itu adalah sesuatu yang disengaja.

Baca juga: Polsek Toroh Resmikan Aula Sanika Satyawada

(EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Hasan Islahudin salah satu Owner Kitho Coffee yang berlokasi di Desa Hadipolo, Jekulo, itu menyebut tempat nongkrong dan ngopi itu mengusung konsep unfinished. Sehingga terkesan setengah jadi. Dan tampak seperti bangunan yang belum rampung pengerjaannya.

 "Sengaja agar tampilan tempatnya lebih estetik, klasik, dan Instagramble. Meskipun secara sekilas tampak seperti bangunan belum jadi. Gak pakai keramik, hanya plester dan tanpa dicat. Dan ada bagian dinding yang dibiarkan telanjang tanpa plaster dengan menonjolkan bata merah," ungkapnya.

Dia menyebut konsep tersebut belakangan sedang digandrungi kaum milenial. Terbukti di beberapa tempat seperti kota besar Bandung, Semarang, dan Jakarta bermunculan cafe-cafe dengan konsep bangunan unfinished. Dia pun terinspirasi dari sana.

Kitho Coffe sendiri semula hanya warung kopi biasa. Yang kemudian setelah satu tahun berjalan, ia dan dua rekannya mengubah konsep dan tempat itu menjadi sebuah kafe.

Selain mengedepankan konsep, Kitho Coffee juga mengedepankan menu-menu yang variatif serta harga yang terjangkau. Menu yang tersedia di Kitho Coffee. Di antaranya aneka kopi, minuman nonkopi, camilan hingga makanan berat seperti rice bowl chiken dan nasi tumis buncis.

“Kami memberikan harga pasaran Kudus saja, karena kalau mahal juga takutnya nggak laku,” ucapnya.

Untuk bahan dasar kopinya, Hasan mengaku mengambil dari petani lokal Kudus. Karena ia juga ingin mengangkat dan memperkenalkan cita rasa kopi hasil petani Kudus.

Karena saat ini, Kitho Coffee masih soft opening, maka Hasan menyebut akan segera membuka secara resmi Kitho Coffee setelah keadaannya bisa memungkinkan.

“Kalau keadaannya sudah memungkinkan, kami akan grand opening dan akan menambahkan menu baru serta memberikan konsep tempat yang lebih nyaman lagi,” jelasnya.

Harga yang di pasang di Kitho Coffee, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp18 ribu. Menu-menu yang tersedia di Kitho Coffee pun sudah tersedia di aplikasi Grab dan Gojek. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP