alexametrics
Selasa, 27 Jul 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Masih Terdapat 59 Perlintasan Tanpa Palang

31 Mei 2021, 11: 42: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

MENGECEK: Dishub Grobogan melakukan penyisiran perlintasan sebidang di Kabupaten Grobogan kemarin.

MENGECEK: Dishub Grobogan melakukan penyisiran perlintasan sebidang di Kabupaten Grobogan kemarin. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI, –   Dinas Perhubungan  (Dishub) Grobogan dan PT KAI Daop 4 Semarang mengecek kondisi perlintasan. Tercatat, masih ada 59 perlintasan sebidang atau tanpa palang. Tak heran kasus kecelakaan di perlintasan sebidang masih terjadi.

Kepala Dishub Grobogan Agung Sutanto mengatakan, ada 145 perlintasan kereta api di Kabupaten Grobogan. Sebanyak 13 di antaranya berpalang pintu otomatis. Sedangkan yang dikelola atau yang dijaga pak ogah ada 73 titik, 80 persen di antaranya sudah dikelola desa. ”Sehingga masih ada 59 perlintasan sebidang yang belum tertangani,” jelasnya.

Sedangkan untuk 13 yang sudah berpalang pintu otomatis yakni di Tegowanu kulon, Kuwaron, Mlilir, Mojoagung, Depok, Jambon, Jatiharjo, Banjarsari, Kradenan, Tahunan, Tanggungharjo, dan Kedungjati.

Baca juga: Mas Gilang Bantu Roti MPASI dan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Dijelaskan, perlintasan di Mangunsari Kecamatan Tegowanu sempat diusulkan untuk dipasangi pintu otomatis. Namun, saat dilakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait hasilnya akan dipasang flyover. Anggaran didapat dari PT Semen Grobogan.

“Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi kecelakaan. Lantaran per tahun ini, di lokasi yang sama sudah memakan dua korban. Saat ini sedang ditentukan titik tiang pancang,” ujarnya.

Meski begitu, masih banyak perlintasan sebidang yang belum tertangani di Kabupaten Grobogan.

Dia menyebut memiliki beberapa opsi mengenai tindaklanjut permasalahan perlintasan sebidang. Salah satunya dengan buka dan tutup dijaga 24 jam. Untuk penjagaan di perlintasan sebidang selama 24 jam diharapkan pihak desa ikut berperan dengan melibatkan warganya sebagai penjaga perlintasan yang honornya dari APBDes. “Harapannya agar tidak banyak lagi korban yang berjatuhan karena perlintasan sebidang ini,” ungkapnya. 

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP