alexametrics
Selasa, 27 Jul 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Capaian Vaksinasi Lansia di Grobogan Masuk 10 Besar Jateng

26 Mei 2021, 17: 21: 04 WIB | editor : Ali Mustofa

TURUN GUNUNG: Sekjen Kemenkes RI Oscar Promadi memantau vaksinasi di RSUD dr Soedjati Purwodadi kemarin.

TURUN GUNUNG: Sekjen Kemenkes RI Oscar Promadi memantau vaksinasi di RSUD dr Soedjati Purwodadi kemarin. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaksanakan Gebyar Vaksinasi Lansia yang digelar di RSUD dr Soedjati Purwodadi. Sekjen Kemenkes RI meminta percepatan pelaksanaan vaksinasi lansia.

Dalam kegiatan itu, sedikitnya 1.000 lansia divaksinasi yang menyebar di empat rumah sakit (RS). Di antaranya 500 lansia di RSUD dr Soedjati Purwodadi dan 500 lansia lainnya di RS Panti Rahayu (Yakkum), RS Islam, dan RS Permata Bunda.

Sekjen Kemenkes RI Oscar Promadi menghadiri langsung pelaksanaan vaksinasi tersebut. Menurutnya, lansia menjadi fokus utama. Lantaran pelaksanaannya paling lamban, lansia perlu pendekatan sendiri.

Baca juga: Umat Buddha Rembang Arak Gunungan ke Candi Kompleks Vihara

”Padahal saat ini sudah memasuki sasaran kedua, tapi masih sangat rendah dari target. Namun, Grobogan masuk 10 besar se-Jateng penyumbang capaian vaksinasi lansia tertinggi,” katanya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang hadir secara virtual meminta pengubahan pola penyuntikan vaksin terhadap lansia. Dia menargetkan pada pekan ini sampai pekan depan, vaksinasi lansia harus naik 100 persen.

Jika sebelumnya, dosis vaksin yang ada disiapkan dan disiagakan sesuai dengan jumlah lansia untuk dua kali penyuntikan. Maka polanya diubah dengan menyuntikkan seluruh vaksin yang tersedia untuk lansia yang ada. ”Nah tahap kedua nanti kita order lagi, sehingga bisa dipercepat,” tegasnya.

Bupati Grobogan Sri Sumarni menambahkan, cakupan vaksinasi lansia di Grobogan 23,67 persen. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan ini. Seperti kurangnya jumlah vaksin Covid-19 yang dialokasikan. Stok yang ada saat ini sudah disebar di seluruh faskes dan hanya mencakup hingga pekan ini.

”Kemudian keterbatasan SDM yang melayani vaksinasi (tracing, testing, dan treatment). Ketakutan masyarakat terhadap keamanan vaksinasi dan banyaknya komorbid lansia,” katanya. 

(ks/int/lid/top/JPR)

 TOP