alexametrics
Selasa, 27 Jul 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Pelantikan Kades di Pati Dibagi Empat Sesi, Ini Alasannya

24 Mei 2021, 10: 05: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SAH: Bupati Haryanto menandatangani sumpah jabatan dan pelantikan kades di Pendapa Kabupaten Pati Sabtu (22/5).

SAH: Bupati Haryanto menandatangani sumpah jabatan dan pelantikan kades di Pendapa Kabupaten Pati Sabtu (22/5). (HUMAS PEMKAB PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Sebanyak 103 kepala desa (kades) terpilih di Pati sudah dilantik bupati pada Sabtu (22/5). Sisanya dilantik pada Senin (24/5). Pelantikan itu dibagi menjadi dua hari. Per hari ada dua tahap.

Sebelum dilantik, kades terpilih wajib melakukan tes swab antigen secara mandiri. Hal itu sebagai bentuk upaya Pemkab Pati mencegah klaster Covid-19.

Prosesi pelantikan dijadwalkan berlangsung empat sesi dalam dua hari. Yakni Sabtu (22/5) dan Senin (24/5). Sehari ada dua sesi. Yakni, pukul 08.00 dan pukul 13.00. Pada pelantikan yang diselenggarakan Sabtu (22/5), sesi pertama diikuti 59 Kades dari enam kecamatan. Sedangkan sesi kedua terdapat 44 kades dari lima kecamatan.

Baca juga: SMASA Euforia Rampung: Sukses dan Diikuti Ratusan Peserta

Bupati Pati Haryanto menuturkan, pihaknya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pelantikan ini. Sehingga sehari menjelang pelantikan Pemkab Pati tetap mensyaratkan para KADES terpilih untuk bebas Covid-19. Yang dibuktikan dengan hasil swab antigen.

”Jadi tidak hanya yang akan dilantik, tapi para pendamping kades tetap harus lolos swab antigen. Bahkan panitia pelaksana pun kami swab,” ujar Haryanto.

Menurutnya, adanya swab antigen ini diharapkan dapat memberi rasa aman dan nyaman saat berlangsungnya prosesi pelantikan. ”Adanya tes ini agar tidak muncul klaster baru,” imbuhnya.

Haryanto mengungkapkan, prosesi pelantikan yang dipecah menjadi beberapa sesi ini untuk mencegah penularan Covid-19. ”Sebelumya, kami tawarkan pelantikan ini secara virtual. Tapi para kades ingin dilantik langsung. Akhirnya prosesinya dipecah jadi beberapa sesi. Itu pun semua harus lolos swab dulu,” ungkapnya.

Kemudian Haryanto juga menekankan agar para kades tidak mempersulit pelayanan. Dia meminta memfungsikan kantor pelayanan. Yakni di balai desa atau kantor desa. ”Ya satu atau dua kali melayani di rumah boleh lah. Tapi kantor desa harus tetap hidup,” imbaunya.

Dia juga mewanti-wanti para Kades tersebut agar tidak menggelar pesta setelah dilantik. Kalau syukurannya hanya sekadar kirim kerdusan itu masih dibolehkan. ”Jangan dikit-dikit marah karena dikritik di medsos. Kalau kritiknya kurang pas dengan fakta ya klarifikasi. Karena disadari ataupun tidak di desa pun kini zamannya masyarakat juga ada yang bermedsos,” pungkasnya. (adr)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP