alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Rizky Firdaus, Pengusaha Losbter Air Tawar

Kirim Indukan dan Bibit untuk Diekspor

20 Mei 2021, 10: 15: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

PELUANG BISNIS: Rizky menunjukkan lobster yang dibudidayakan di rumahnya belum lama ini.

PELUANG BISNIS: Rizky menunjukkan lobster yang dibudidayakan di rumahnya belum lama ini. (Achmad Ulil Albab/Radar Kudus)

Share this      

Bermula dari sepi job, Rizky Firdaus Ananta banting stir. Awalnya dia konsultan kemudian beralih pembibit lobster air tawar. Dia hampir rutin mengirim bibit dan indukan lobster ke perusahaan di Surabaya. Setelah besar lobster itu diekspor.

ACHMAD ULIL ALBAB, Radar Kudus

LOBSTER seukuran tiga jari itu orang dewasa itu dipegang Rizky. Sementara puluhan lobster peliharaan lainnya sembunyi di balik peralon putih. Pemuda 30 tahun itu kemudian mengangkat peralon yang telah dipotong pendek-pendek. Satu per satu indukan lobster air tawar itu kemudian muncul.

Baca juga: Seniman dapat Subsidi Rp 5 Juta Tiap Pentas

Rizky memulai usaha pembibitan ini sejak empat tahun lalu. Pada 2017 dia memutuskan untuk menekuni usaha pembibitan lobster air tawar.

Sebelumnya, Rizky bekerja sebagai konsultan perencanaan wilayah di Semarang.

”Dulu bekerja di konsultan. Karena proyek di pekerjaan saya sepi, saya berpikir untuk usaha di rumah. Saya cari referensi, bisnis lobster air tawar harganya stabil. Prospeknya menjanjikan,” kata Rizky ketika ditemui di kediamannya, Desa Maitan RT 2 RW 3, Kecamatan Tambakromo.

Setelah belajar secara otodidak lewat video Youtube ditambah mengambil kursus dari pembudidaya lobster di Sukoharjo, Rizky mengeluarkan modal sekira Rp 3 juta untuk membeli dua set indukan lobster dan membuat kolam pembibitan di halaman rumahnya.

Tiap set itu terdiri atas enam betina dan empat jantan. Lalu dibuatlah kolam dari rangka kayu dan geomembran. Dua set indukan dimasukkan campur dalam satu kolam. Lobster itu kawin secara alami.

Lebih lanjut alumnus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini mengatakan, untuk membuat kolam berukuran 6 meter persegi, dia mengeluarkan biaya antara Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu.

“Saya juga menyiapkan shelter dari pralon untuk tempat lobster bersembunyi. Kemudian filter air. Sebetulnya tanpa filter juga bias. Asal ketinggian air tidak lebih dari 12 Cm. Tapi tetap lebih baik pakai filter. Lalu di atas kolam harus diberi atap,” jelasnya.

Dari dua set indukan tersebut, lanjut Rizky, setelah proses kawin akan ada empat sampai lima ekor yang bertelur. Masing-masing menghasilkan 200 sampai 300 butir telur. Kemudian yang berhasil menetas sekira 70 persennya.

Setiap satu bulan sekali, Rizky menguras kolam-kolamnya sembari mencari indukan yang bertelur.

Dari modal awal dua set indukan, kini Rizky telah memiliki sekira 80 set. Namun, hanya empat set indukan yang ia rawat di kolam pekarangan rumah. Selebihnya di tanah bekas sawah milik kakaknya.

”Pembibitan bibit lobster cukup mudah. Hanya indukan yang perlu rutin diberi pakan pelet. Sementara, bibit sampai ukuran 2-3 inci cukup dengan pakan lumut alami di kolam. Untuk indukan saya buatkan pakan pelet produksi sendiri dari bahan tepung ikan dan tauge. Kasih pakannya cukup sehari sekali, setiap sore. Per 10 lobster cuma butuh 2,5 gram,” jelasnya.

Usaha ini bukan berarti tanpa rintangan. Rizky mengaku, faktor perubahan cuaca menjadi penting. Suhu udara, lanjut Rizky, mempengaruhi waktu pengeraman. Kalau cuaca dingin, pengeraman akan makan waktu lama.

Tak hanya itu, cuaca dingin juga bisa membuat lobster stres lalu mati. Suhu terbaik menurutnya adalah 27-29 derajat celsius.

Dari bisnis ini, Rizky menjual bibit dan indukan lobster. Ia menyebut, bibit usia 2,5 bulan sudah siap kirim. Sementara, untuk indukan ada di usia enam bulan.

Dalam penjualan bibit, Rizky merupakan penyuplai untuk sebuah perusahaan di Surabaya yang mengekspor produk lobster ke Tiongkok dan Korea.

Dalam satu tahun, dia bisa melakukan sembilan sampai 15 kali pengiriman. Kapasitasnya antara 1.000 sampai 1.500 ekor tiap kali kirim.

“Harga bibit ukuran 2 inci antara Rp 3 ribu sampai Rp 3.500 per ekor. Sedangkan ukuran 3 inci Rp 6 ribu. Tapi kebanyakan yang 2 inci,” imbuhnya.

Dari hasil penjualan itu, Rizky meraup keuntungan bersih sekitar 80 persen. Sedangkan untuk penjualan indukan, dia melakukan promosi lewat media sosial. Dia menjalankan akun dengan nama “Lobster Air Tawar Pati” di Facebook dan Instagram.

Dalam satu bulan, Rizky bisa menjual antara 20 sampai 50 set indukan. Tiap setnya dihargai antara Rp 350 ribu sampai Rp 500 ribu. Kondisi pasar saat ini masih terbuka sangat lebar. Dia mengaku siap bermitra dengan siapa saja. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya