alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ketua Ormas PP Blora Bantah Premanisme meski Sudah Ada Tersangka

11 Mei 2021, 10: 25: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

DIRINGKUS: Aparat kepolisian Polres Blora meringkus 4 oknum ormas PP di Kecamatan Ngawen belum lama ini.

DIRINGKUS: Aparat kepolisian Polres Blora meringkus 4 oknum ormas PP di Kecamatan Ngawen belum lama ini. (Screenshot video)

Share this      

BLORA – Ketua Ormas Pemuda Pancasila (PP) Blora Munaji membantah lima anggotanya yang ditangkap polisi itu melakukan aksi premanisme. Dia beralasan aksi itu untuk menindaklanjuti keluhan pedagang terkait oknum rentenir.

”Kejadian di Pasar Jepon itu kaitannya dengan merajalelanya rentenir. Bagi kita itu juga termasuk kejahatan ekonomi. Karena notabenenya izin enggak ada, apalagi ada Covid yang menyebabkan ekonomi melemah, jangan sampai itu dimanfaatkan oleh segelintir oknum rentenir ini,” terang Munaji.

Dia juga membantah kelima anggotanya terlibat aksi premanisme kepada sejumlah pedagang di Pasar Jepon. Menurutnya, aksi rentenir yang merajalela di pasaran tidak dapat dibiarkan. Untuk itu, anggotanya bergerak untuk menangani permasalahan tersebut.

Baca juga: Ramadan Bulan Pengentasan Kemiskinan

Menurutnya, aksi itu merupakan keluhan yang dialami oleh pedagang. Sebab, rentenir di pasar tidak sesuai dengan peraturan. ”Kalau orang pinjam di bank itu sudah jelas suku bunganya sesuai aturan OJK. Tapi kalau rentenir, orang pinjam sejuta, dipotong Rp 200.000, mengembalikan Rp 1,3 juta, bagaimana ekonomi Blora ini bisa meningkat,” tambahnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya akan menyurati Pemkab Blora dan instansi terkait untuk mengambil sikap terkait merajalelanya rentenir di pasar. Menurutnya koperasi yang dibuat kedok semacam rentenir harus dihilangkan.

Dia juga menanggapi video yang viral di media soaial. Aoa yang dilakukan anggotanya juga belum tentu ada unsur pemerasan. Sebab, anggotanya belum menerima uang hasil pemerasan yang dilakukan kepada para oknum rentenir tersebut.

Bupati Blora Arief Rohman berharap ormas tersebut bisa mematuhi terkait regulasi yang ada. Terkait video yang sudah beredar, bupati menyerahkan prosesnya kepada aparat penegak hukum.

”Untuk PP, saya kira ya, teman-teman tolong, ini bagaimana harus sesuai degan koridor hukum yang ada,” jelasnya.

Diketahui, lima oknum ormas diringkus aparat kepolisian belum lama ini. Yaitu MJ, SA, KA, AL, dan IY. Kelimanya didakwa dua pasal sekaligus. Yaitu pasal 365 Jo pasal 53 KUHP Subsider pasal 368 Jo pasal 53 KUHPidana. Ancaman hukuman paling lama sembilan tahun penjara.

Dari penangkapan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Satu tas berwarna cokelat berisi Rp 5 juta, satu buku warna cokelat, dan satu bolpoin warna hijau. Satu unit sepeda motor. Empat HP, dua kaos warna hitam, satu unit mobil dan lainnya. 

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya