alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Sinergitas Kepala Sekolah, Guru, Orang Tua Murid dalam Pelaksanaan PTM

08 Mei 2021, 11: 30: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

Sayekti Harintowati, S.Pd.; Kepala Sekolah SDN 2 Gedongmulyo, Lasem, Rembang

Sayekti Harintowati, S.Pd.; Kepala Sekolah SDN 2 Gedongmulyo, Lasem, Rembang (DOK PRIBADI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PEMERINTAH Kabupaten Rembang akan menerapkan proses pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas dan bertahap. Dikarenakan banyak orang tua stres karena harus membantu menyelesaikan PR (pekerjaan rumah) anak-anaknya. Serta anak-anak lebih banyak menggunakan gawai untuk bermain game dari pada untuk belajar. Selain itu, orang tua kesulitan membagi waktu mendampingi anak saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan bekerja serta masih kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung dalam proses PJJ.

Prose PTM secara terbatas sudah terdapat payung hukum yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarin dalam keterangan persnya yang disampaikan secara daring Selasa (30/03/2021). Diungkapkan melalui SKB Empat Menteri pemerintah mendorong akselerasi PTM terbatas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini sejalan dengan akselerasi pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

Sekolah menyambut baik hal tersebut. Khususnya SDN 2 Gedongmulyo, Lasem, Rembang, yang setuju dengan adanya PTM secara terbatas oleh Pemerintah Kabupaten Rembang. Terlebih pada jenjang sekolah dasar (SD) yang masih memerlukan bimbingan secara khusus. Bila ada materi pembelajaran yang dirasa oleh anak-anak tidak bisa memahami dengan cara tanpa tatap muka.

Baca juga: Perilaku Konsumtif Ramadan dalam Pandangan Prinsip Ekonomi Syariah

Penerapan PTM secara terbatas perlu adanya perencanaan yang matang oleh kepala sekolah, guru, dan orang tua murid dalam prosesnya. Pertama, kepala sekolah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di lingkungan setempat. Memastikan daerah tersebut termasuk zona hijau dan aman. Juga berkoordinasi dengan komite sekolah serta orang tua murid dalam menyusun pelaksanaan PTM yang akan dilaksanakan. Termasuk menyiapkan sarana dan prasarana terkait protokol kesehatan serta memperoleh persetujuan orang tua murid terkait pelaksanaan PTM secara terbatas.

Kedua, tugas kepala sekolah yaitu manajerial bersama dengan guru. Juga merumuskan kembali metode, media, dan penilaian dalam proses pembelajaran dalam PTM yang akan dilakukan dengan konsep hybrid yang menggabungkan PTM dengan PJJ. Karena dalam proses PTM anak-anak yang masuk sekolah dibatasi hanya 50 persen dari jumlah siswa di kelas. Sehingga setiap hari anak-anak terbagi menjadi dua kelompok. Yaitu kelompok satu pembelajaran di sekolah dan kelompok dua di rumah. Pada hari berikutnya, kedua kelompok bergantian di hari pertama masuk sekolah di hari berikutnya di rumah ataupun sebaliknya.

Guru dalam hal ini harus menyiapkan dua proses pembelajaran untuk peserta didik di sekolah dan di rumah. Di masa pandemi dibutuhkan banyak inovasi kepala sekolah dan guru untuk membuat anak-anak merasa senang dan tidak terbebani dengan banyak tugas selama pembelajaran PTM berlangsung.

Ketiga, tugas kepala sekolah adalah menyusun form pelaporan proses PTM yang dilakukan secara hybrid. Berisi tanggal, materi, metode, media, penilaian, jumlah siswa, pelaksanan, dan kendala PTM. Form tersebut dikumpulkan seminggu sekali sebagai bahan evaluasi kinerja guru. Kemudian kepala sekolah membaca dan menganalisis laporan PTM selama satu bulan. Hasilnya didiskusikan dengan para guru untuk menemukan solusi-solusi masalah selama PTM berlangsung, sehingga bulan berikutnya PTM dapat berjalan lebih baik lagi.

Keempat, kapala sekolah meminta guru tetap menjalin komunikasi dengan orang tua murid meskipun pembelajaranran tidak sepenuhnya dilakukan secara PJJ. PTM secara terbatas akan berjalan baik jika saat siswa belajar di sekolah dapat bersinergi dengan belajar di rumah. Peran orang tua sangat penting, karena tidak semua siswa memiliki motivasi belajar yang kuat, tetapi sedang dan lemah.

Bagi siswa yang kuat dan kooperatif, orang tua tidak perlu dengan keras mengingatka. Tetapi siswa yang lemah motivasi belajarnya dibutuhkan keterlibatan dan kepedulian orang tua, meskipun disadari orang tua juga harus bekerja disatu sisi dan harus mendampingi anak saat belajar di rumah.

Itulah beberapa hal sinergitas tugas kepala sekolah, tenaga pendidik, dan orang tua murid dalam mempersiapkan pelaksanaan PTM secara terbatas yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Rembang secara bertahap. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya