alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang
Ponpes Alhamdulillah, Rembang (2-Habis)

Santri di Sini Jago Masak dan Jago Bikin Kaligrafi

07 Mei 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

KARYA SANTRI: Pengasuh Ponpes Alhamdulillah Rohmawati Syahid menunjukkan baju hasil jahitan para santri. Gus Fattah, pengasuh ponpes setempat menunjukkan kaligrafi bikinan santri. 

KARYA SANTRI: Pengasuh Ponpes Alhamdulillah Rohmawati Syahid menunjukkan baju hasil jahitan para santri. Gus Fattah, pengasuh ponpes setempat menunjukkan kaligrafi bikinan santri.  (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Berbagai bidang keahlian yang diajarkan oleh Ponpes Alhamdulillah membuat santri tinggal memilih sesuai kegemaran. Selain peternakan, pertanian, koperasi, konveksi, ponpes juga mengajarkan tata boga. Antara lain membuat kaligrafi, roti atau kue, dan berbagai olahan tahu. 

Pengasuh Ponpes Alhamdulillah Rohmawati Syahid menceritakan, pemesan kue dan roti itu biasanya para santri dan warga sekitar. Yakni, mereka yang akan punya hajat pernikahan lalu mengirim undangan dan roti kepada teman-teman dan para ustaz. ”Kebanyakan yang memesan ya alumni santri untuk undangan saat mau nikah,” paparnya. 

Istri Almarhum KH. Syahid itu mengungkapkan, awal mula ponpes yang diasuhnya turut mengembangkan tata boga pembuatan kue-kue itu. Yakni, berawal seringnya ponpes mengadakan acara dan memesan kue di luar. Oleh salah satu pembuat kue, ponpes disarankan untuk membuat sendiri. Sehingga, bisa lebih hemat dan bahkan menambah sumber pendapatan ponpes. 

Baca juga: Puluhan Lapak PKL Liar di Eks Matahari Kudus Digusur

Tidak hanya kue dan roti, ponpes juga membuat olahan tahu. Tahu goreng, tahu petis, dan berbagai macam olahan tahu sering disajikan kepada para santri. Bahkan, tahu hampir jadi menu wajib. Terlebih, ada pula sebagian santri tua yang mengikuti tarikat dan punya pantangan makan daging-dagingan. Sehingga, makanan sehari-harinya memang berbagai olahan tahu itu. 

Bidang lain yang juga digeluti sebagian santri yakni kaligrafi. Namun, pembuatannya hanya berdasarkan pesanan. Santri yang mengerjakan pun yang benar-benar fokus mengggelutinya. Sebagian karya kaligrafi para santri itu dipasang di kompleks Pondok. 

Adapun pada bulan Ramadan, kegiatan santri biasanya berkurang dibanding bulan-bulan biasa. Sebab, sebagian pulang kampung. Karena itu pula, ngaji Ramadan biasanya juga diikuti oleh warga sekitar Ponpes. Ngajinya juga sebagaimana ponpes lain. Mulai habis subuh, waktu duha, bakda duhur, bakda asar, dan bakda isya. 

”Biasanya sebelum Ramadan, sebagian santri sudah pulang. Jadi, yang di sini tinggal sedikit,” tutur menantu pengasuh Ponpes, Abdul Fattah Wahab atau yang akrab disapa Gus Fattah.

(ks/ful/lid/top/JPR)

 TOP