alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang
Ponpes Alhamdulillah, Rembang (1)

Luar Biasa, Semua Seragam di Pondok Ini Dibikin Santri

06 Mei 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

KONVEKSI: Para santri Ponpes Alhamdulillah menjahit. Semua seragam santri dan sekolah di bawah naungan ponpes dibuat oleh para santri.

KONVEKSI: Para santri Ponpes Alhamdulillah menjahit. Semua seragam santri dan sekolah di bawah naungan ponpes dibuat oleh para santri. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Keahlian menjahit menjadi salah satu program prioritas Ponpes Alhamdulillah. Beberapa alat menjahit hingga bordir pun sudah dimiliki ponpes. Seragam-seragam untuk kebutuhan ponpes dan lembaga pendidikan di bawah ponpes, seperti seragam OSIS, pramuka, seragam untuk para santri, semua dibikin sendiri oleh santri.

Pengasuh Ponpes Alhamdulillah Rohmawati Syahid menuturkan, program keahlian menjahit bagi para santri memang idenya. Sebab, rasa-rasanya kasihan apabila keahlian menjahit hanya diperuntukkan mereka yang mengambil pendidikan SMK. Apalagi, tren pakaian tidak akan pernah ada habisnya dan selalu laku.

Baca juga: BNI Jepara Bagikan Paket Sembako untuk Masyarakat

”Saya maunya memang ada keterampilan dari anak-anak. Memang dulu saya yang ingin anak-anak bisa menjahit. Kasihan yang tidak ambil SMK kan,” tuturnya.

Ibu dua anak itu menerangkan, sudah sekitar tujuh tahun lini konveksi berjalan. Selain konveksi, untuk melengkapinya, ponpes juga memiliki laundry. Para santri tak perlu keluar pondok untuk sekadar mencuci baju.

Ponpes juga punya kantin hingga koperasi. Idenya, semakin banyak kebutuhan santri yang tersedia di pondok, tentu semakin mengurangi aktivitas para santri keluar pondok untuk kebutuhan tertentu.

”Kita melarang santri keluar kok tidak menyediakan. Jadi ya begitu, karena tidak boleh keluar pondok untuk sekadar laundry, akhirnya pondok menyediakan,” terangnya.

Di koperasi milik ponpes yang juga dinamai Alhamdulillah, berbagai kebutuhan santri memang tersedia. Ada kitab-kitab kuning yang dibutuhkan santri, alat mandi, makanan ringan, dan sebagaimana toko kelontong yang menyediakan kebutuhan sehari-hari.

Tentu saja, bidang-bidang yang dikelola santri tersebut juga sebagai modal atau bekal para santri di kehidupan setelah boyong dari pondok. Bagaimanapun, kegiatan yang menghasilkan atau untuk menopang kehidupan ekonomi kelak itu sangat dibutuhkan oleh para santri.

”Jadi santri saat sudah boyong itu punya modal yang memadai, tidak hanya secara keilmuan, tetapi juga secara ekonomi,” ucapnya.

(ks/ful/lil/top/JPR)

 TOP