alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang
Ponpes Alhamdulillah, Rembang (1)

Bangun Pondok dengan Modal Seekor Sapi

06 Mei 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SERBA ADA: Ponpes juga memiliki koperasi yang menyediakan aneka kebutuhan santri.

SERBA ADA: Ponpes juga memiliki koperasi yang menyediakan aneka kebutuhan santri. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Setiap hendak membangun pondok, selalu ada sapi yang dijual. Jumlahnya tak banyak. Hanya satu ekor. Sapi itu seolah jadi pemicu mengalirnya dana untuk pembangunan pondok.

Tak hanya ternak sapi, berbagai kegiatan kewirausahaan terus dikembangkan Ponpes Alhamdulillah. Ada pertanian yang sudah eksis sejak pondok berdiri, peternakan, koperasi, dan beberapa lini usaha lain. Semua demi kemandirian para santri saat sudah boyong nanti. 

Untuk pertanian, ponpes memiliki lahan sekitar lima hektare. Dari total itu, tiga hektare untuk persawahan. Sedangkan sisanya untuk ladang. Ladang ditanam sayur-sayuran seperti kacang, cabai, terong, dan beberapa jenis tanaman sayuran lainnya. 

Baca juga: Kabupaten Blora Jajaki Kerja Sama Budidaya Sorgum

Tidak hanya dikelola para santri, warga sekitar juga turut mengelola lahan-lahan itu. Ada 10 santri yang mengelola ladang-ladang itu. Sedangkan warga sekitar mencapai 38 orang. Sehingga, pihak ponpes tidak kesulitan saat membutuhkan pekerja di musim panen maupun musim tanam. 

”Kalau pertanian sudah sejak ponpes berdiri. Sejak 1965 lalu. Waktu itu santrinya masih beberapa saja,” tutur Rohmawati Syahid, pengasuh Ponpes Alhamdulillah. 

Rohmawati yang juga istri almarhum K.H. Syahid itu menerangkan, mental para santri sekarang memang berbeda dengan  dulu. Santri sekarang biasanya langsung memilih satu bidang yang disenangi. Bidang yang dipilih kebanyakan yang tidak menguras fisik. 

”Dulu ada santri asal Blora itu kuatan. Diminta ini, itu, ditandangi. Kalau sekarang, santri itu langsung milih. Misal di laundry, atau milih ke koperasi,” terangnya. 

Karena alasan itu pula, pihak ponpes banyak melibatkan warga sekitar untuk pengelolaan unit usaha. Karena kebanyakan warga kampung yang bersedia mengurus kalangan usia tua, biasanya warga itu pun punya anak yang nyantri di Ponpes Alhamdulillah. ”Jadi bapaknya dan anaknya sama-sama santri sini,” kata Rohmawati. 

Selain pertanian, peternakan juga hingga kini masih konsisten dikelola. Hewan yang diternak sapi dan kambing. Untuk sapi ada sekitar 10 ekor. Sedangkan kembing ada 20-an ekor. Menurut  Rohmawati, bila akan memulai pembangunan pondok, pihaknya biasanya menjual sapi terlebih dulu. Sebab, dengan begitu, nanti pembangunan bisa lanjut dengan sendirinya dengan jalan rezeki atas izin Allah. 

”Misal mau bikin pondasi, biasanya jual sapi seekor dulu. Nanti perlahan-lahan bisa lanjut pembangunannya,” bebernya. 

Hingga kini, pihak ponpes memang masih terus membangun gedung demi gedung. Selain asrama, gedung penunjang untuk konveksi dan berbagai bidang lain juga terus dibangun. 

(ks/ful/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya