alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Meski Daring, Guru di Jepara Wajib Mengajar di Sekolah

04 Mei 2021, 16: 53: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

LENGANG: Purnomo mengajar mata pelajaran PPKN melalui daring di SMPN 3 Jepara kemarin. Mulai kemarin guru SMP harus mengajar dari kelas meski daring.

LENGANG: Purnomo mengajar mata pelajaran PPKN melalui daring di SMPN 3 Jepara kemarin. Mulai kemarin guru SMP harus mengajar dari kelas meski daring. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Seluruh guru SMP baik negeri maupun swasta di Jepara mulai kemarin diwajibkan mengajar di kelasnya. Meskipun, pembelajarannya melalui daring. Lantaran, sejauh ini para guru mengajar siswanya dari ruang guru maupun di tempat lain.

Sehingga, dari itu, ruang penunjang pembelajaran kurang termanfaatkan dan kurang terawat. ”Selain itu, sistem pembelajaran yang dihasilkan kurang efektif dan kurang kreatif,” papar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Agus Tri Harjono.

Dari sebab tersebut, ia memutuskan dari pertanggal 3 Mei, semua guru di tingkat SMP harus mengajar dari kelas atau ruang penunjang pembelajaran lainnya. Seperti laboratorium dan sebagainya. ”Untuk mata pelajaran tertentu,” pungkas Agus.

Baca juga: Tak Punya HP, Siswi di Pati Ini Tak Ikut Pembelajaran Daring Setahun

Menanggapi itu, Plt Kepala SMPN 3 Jepara Ahmad Nurrofiq menyambut keputusan tersebut. Pihaknya langsung membahas hal itu bersama guru lainnya di SMPN 3 Jepara kemarin. Dari pengakuannya, sejauh ini guru-guru di sekolahnya mengajar para siswa secara daring dari ruang guru atau dari laboratorium komputer.

Nantinya, bila aturan tersebut diterapkan, para guru mengajar dari kelas masing-masing SMP. Namun, tanpa ada murid yang hadir satupun. Hanya berintraksi dengan muid lewat layar laptop atau smartphone guru tersebut. ”Dari itu, para guru bisa jadi lebih ekspresif dalam menerangkan. Juga dari itu bisa terlihat kedisiplinan para guru,” terang Ahmad Nurrofiq.

Hal berbeda disampaikan guru PPKN SMPN 3 Jepara Purnomo. Ia menganggap selama kegiatan pembelajaran masih melalui daring, kegiatan belajar mengajar masih belum efektif. Lantaran, interaksi antara guru dan murid terbatas. Berbeda dengan pembelajaran secara tatap muka. ”Meski pesertanya terbatas. Namun paling efektif,” paparnya. (rom)

(ks/him/top/JPR)

 TOP