alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Tak Punya HP, Siswi di Pati Ini Tak Ikut Pembelajaran Daring Setahun

04 Mei 2021, 16: 38: 42 WIB | editor : Ali Mustofa

SEADANYA: Diyah ditemani Parijo (ayahnya) belajar mandiri di rumahnya kemarin.

SEADANYA: Diyah ditemani Parijo (ayahnya) belajar mandiri di rumahnya kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Kalimatus Sadiyah, 11, siswi kelas III Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bustanul Ulum (BU) itu tidak mengikuti pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19. Ini lantaran tidak mempunyai Hp android. Sehingga siswi itu tidak mempunyai akses untuk mengikuti pembelajaran daring ini.

Selain itu, sebanyak 71 persen siswa di Indonesia terkendala pembelajaran online ini. Hasil itu berdasarkan surve Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

”Enggak punya Hp sejak sekolah beralih ke online. Kangen sekolah seperti dulu, ingin kumpul lagi sama teman-teman,” keluh Diyah.

Baca juga: PSG Menang Tipis 1-0 Lawan Persipura Jayapura

Sementara itu, Parijo (ayah Diyah) mengatakan, jangankan membeli Hp untuk keperluan Diyah belajar, untuk makan sehari-hari saja, ia mengaku kesulitan. Padahal Diyah merupakan siswa yang cukup pandai. Pasalnya ia selalu menduduki peringkat lima besar di kelasnya.

”Biaya sekolah Diyah dibiayai orang dari Desa Tluwuk, Wedarijaksa mulai dari kelas I hingga III ini. Kadang saya menangis di malam hari karena belum bisa menjadi orangtua yang baik,” ujar warga RT 02/RW 03 itu.

Beruntung, meski tidak memiliki telepon seluler ada dermawan yang membantu Diyah agar bisa tetap mengikuti proses pembelajaran selama PJJ. Satu di antaranya, Sheila Nisa Sernila seorang guru kelas I SDN 02 Wedarijaksa. Dia rela meluangkan waktu untuk memberikan les private kepada Diyah.

”Les private ini sejak tahun ajaran baru. Pada Juli lalu. Eman aja, Diyah ini cukup pandai soalnya,” ujarnya.

Di samping itu, anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, juga mengajak Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk selalu mendukung bidang pendidikan untuk masyarakat. Mengingat bahwa selama pandemi ini, pendidikan belum bisa lakukan secara kurang maksimal.

”Jika memang betul-betul tidak mampu sebaiknya di fasilitasi oleh pemerintah ataupun sekolah. Ini agar siswa tersebut mengikuti pnedidikan. Tidak ketinggalan pelajaran,” pungkasnya. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP