alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

BPJAMSOSTEK Kudus Salurkan Beasiswa Untuk 280 Anak Senilai Rp 24,5 M

04 Mei 2021, 16: 02: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

Dewan Pengawas BPJAMASOTEK Yayat Syariful Hidayat secara simbolis menyerahkan beasiswa pendidikan ke ahli waris. Disaksikan Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jateng & DIY Suwilwan Rachmat dan Kepala BPJAMSOSTEK Kudus Multanti.

Dewan Pengawas BPJAMASOTEK Yayat Syariful Hidayat secara simbolis menyerahkan beasiswa pendidikan ke ahli waris. Disaksikan Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jateng & DIY Suwilwan Rachmat dan Kepala BPJAMSOSTEK Kudus Multanti. (Samodra Dahliya/Radar Kudus)

Share this      

KUDUS - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Kudus menyalurkan beasiswa untuk 280 anak. Mereka anak dari peserta aktif Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjan yang meninggal dunia. Penyerahan dilaksanakan pada hari Senin (3/5) kemarin.

Penyaluran beasiswa, juga dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2021 kemarin. Hadir dalam kegiatan tersebut anggota Dewan Pengawas BPJAMASOTEK Yayat Syariful Hidayat, Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jateng & DIY Suwilwan Rachmat dan Kepala BPJAMSOSTEK Kudus Multanti.

Dalam sambutanya, Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK Yayat Syariful Hidayat, menyampaikan rasa syukurnya, telah menyerahkan beasiswa  secara simbolis kepada 4 anak yang ber hak. Penerima beasiswa yaitu Eni Diyah Kustiyaningsing kelas 2 SMK, Aqila Shafanah Taman Kanak2, Novita Fitriani kelas 2 SMP dan Felisa Nabilah Mufidah Taman Kanak2.

Baca juga: Pendaftaran Peserta Didik Baru Digelar Serentak di 61 SMP dan 374 SD

(Samodra Dahliya/Radar Kudus)

”Kalau ditotal, penerima beasiswa  sebanyak 280 anak, dengan jumlah total mencapai 24,5 Milliar,” ungkapnya.

Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Kudus Multanti mengatakan penyaluran beasiswa ini ditunaikan setelah aturan turunan dari PP Nomor 82 Tahun 2019. Yaitu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program JKK, JKM dan JHT. Efektif berlaku pada 1 April 2021.

”Permenaker telah mengatur teknis pelaksanaan pemberian manfaat JKK, JKM dan JHT, dengan salah satunya adalah pembayaran beasiswa pendidikan bagi anak ahli waris peserta,” ungkapnya.

Berdasarkan Permenaker tersebut,  beasiswa pendidikan anak diberikan pada ahli waris peserta yang mengalami risiko meninggal dunia, dan atau kecelakaan kerja yang berdampak cacat total tetap atau meninggal dunia.

Manfaat beasiswa ini diberikan untuk 2 orang anak dengan nilai maksimal Rp174 juta, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga jenjang pendidikan Strata 1 (S1).

Kriteria anak yang dapat menerima beasiswa dinyatakan belum bekerja, belum menikah, dan di bawah usia 23 tahun.

Adapun besaran manfaat beasiswa anak yang diterima sesuai dengan jenjang pendidikan,  diantaranya TK dan SD/sederajat Rp1,5 juta per tahun, SMP atau sederajat Rp2 juta per tahun. SMA atau sederajat Rp3 juta per tahun dan Perguruan Tinggi Rp12 juta per tahun.

”Dengan persyaratan pekerja yang meninggal dunia harus dipastikan sebagai peserta aktif selama tiga tahun dan membayarkan iuran secara rutin,” imbuhnya.

Multanti berharap semoga manfaat beasiswa ini berguna untuk keberlangsungan jenjang pendidikan bagi anak peserta BPJAMSOSTEK yang meninggal dunia, sehingga cita-cita dan masa depan yang cemerlang sudah menjadi hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak meskipun dengan keterbatasan ekonomi.

Multanti menambahkan untuk wilayah kerja BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Kudus yaitu Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora periode 1 Januari – 31 April 2021 telah membayarkan klaim kepada peserta mencapai Rp 133,4 miliar, angka tersebut yang merupakan angka total dari klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp 110,5 miliar, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 3,8 miliar, Jaminan Kematian (JKM) sebesarRp 16,5 miliar, dan Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp 2,6 miliar.

Salah satu ahli waris, Sri Yani, mengungkapkan rasa terimakasih karena adanya beasiswa dari BPJAMSOSTEK.

”Saya sangat bersyukur, melalui beasiswa dari BPJAMSOSTEK, cita-cita saya untuk bisa menyekolahkan anak bisa terwujud. Harapan saya mereka bisa melanjutkan hingga hingga ke jenjang perguruan tinggi,” ungkapnya penuh syukur. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP