alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Dinas Kesehatan Blora Temukan Krupuk Positif Rhodamin di Pasar

04 Mei 2021, 15: 15: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

POSITIF: Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Blora saat menguji sampel makanan di pasar Jepon kemarin.

POSITIF: Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Blora saat menguji sampel makanan di pasar Jepon kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, – Sejumlah produk makanan dan minuman (mamin) di sejumlah pasar tradisional dan modern di Blora dan Rembang diawasi. Di Kota Garam tim pengawas menemukan mamin kadaluarsa. Dan di Blora tim menemukan makanan positif Rhodamin B.

Kepala Dinkes Rembang, Ali Syofi’I melalui Penyuluh Obat dan Makanan Purnomo menyampaikan di Kabupaten Rembang sementara yang ditemukan rata-rata mie instan atau minuman sachet atau cair. Temuan ini hari Kamis lalu (29/5). Begitupun terus berlanjut pekan ini. Namun hasilnya masih proses rekap.

”Kamis lalu kita temukan produk kadaluarsa. Tepatnya saat pengawasan di Sumber dan Kaliori. Rata-rata berupa mie instan, minuman sachet yang cair,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Baca juga: SIM, STNK, dan Borgol Siap Ndan!

Sementara, Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Bersama tim gabungan melakukan sweeping makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya di pasar tradisional. Hasilnya, dari21 sampel makanan yang diambil, ditemukan 4 makanan yang mengandung bahan pewarna tekstil, Rhodamin B. Yaitu krupuk pasir, krupuk pasir merah,Krupuk rantang kuning dan krupuk rantang merah.

Kepala Seksi Farmasi makanan minuman dan Alat Kesehatan (Kasi Farmmalkes) Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Siti Mahfullah mengatakan sweeping dilaksanakan untuk mengantisipasi adanya distributor atau pengecer nakal yang mengedarkan makanan dengan kandungan bahan berbahaya. Sebab, biasanya menjelang lebaran, komoditi masyarakat untuk membeli makanan itu melonjak.

“Kita menggandeng tim  gabungan dari Kepolisian, Kesra, Satpol PP, Disdag dan Dispertan, dan menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang. Kita uji untuk Rhodamin B, metanil yellow, formalin dan boraks. Dari 21 sampel yang kita ambil ada 4 makanan yang positif Rhodamin B,” ucap Siti Mahfullah di Pasar Jepon kemarin.

Menurutnya, Rhodamin B adalah bahan kimia yang digunakan sebagai bahan pewarna dasar dalam tekstil dan kertas. Zat ini sebenarnya bukan untuk makakan. Sebab dapat melukai mata, merusak hati, tumor hati, dan karsinogenik. Larangannya jelas dari Mentri Kesehatan (Permenkes) No.722/ Menkes/Per/V/85. “Pewarna ini mengandung senyawa-senyawa pengotor yang telah terbukti menimbulkan Kanker. Ciri-cirinya mudah. Salah satunya warna mencolok, dan cendrung berpendar,” tegasnya.

Dia menghimbau masyarakat untuk lebih waspada dan selalu menjaga kesehatan. Apalagi kondisi saat ini masih pandemic. “Sayangi tubuh anda, kesehatan anda dan keluarga anda. Mari konsumsi makanan yang bener-bener bebas dari zat berbahaya,” tambahnya.

(ks/sub/noe/ali/top/JPR)

 TOP