alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Pendidikan dan Kesehatan Jadi Program Prioritas dalam Rapat Paripurna

04 Mei 2021, 13: 57: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

PIMPIN SIDANG: Bupati Sri Sumarni (kiri) mengikuti sidang paripurna di DPRD Grobogan Senin (3/5).

PIMPIN SIDANG: Bupati Sri Sumarni (kiri) mengikuti sidang paripurna di DPRD Grobogan Senin (3/5). (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI, – Sektor pendidikan dan kesehatan masuk dalam 10 program unggulan Bupati Sri Sumarni dan Wakil Bupati Bambang Pujiyanto. Di samping itu, sektor infrastruktur juga terus ditingkatkan.

Bupati Sri Sumarni memaparkan, selama lima tahun terakhir infrastruktur jalan dalam kondisi baik sampai dengan akhir tahun 2021 diperkirakan  80,5 persen. Kemudian pembangunan dua rumah sakit di sisi barat dan timur telah selesai. Serta sudah beroperasi.

Infrastruktur bidang pendidikan dan perdagangan juga semakin baik. Nilai investasi terus meningkat. Dengan hadirnya industri padat modal maupun padat karya, berskala nasional bahkan internasional. Seperti PT Pungkook Indonesia, PT Apparel, PT Semen Grobogan, dan sebagainya.

Baca juga: Dandim dan Istri Masak untuk Diponegoro Berbagi

SEKSAMA: Seluruh anggota DPRD Grobogan mendengarkan sambutan Sri Sumarni atas terpilihnya sebagai bupati.

SEKSAMA: Seluruh anggota DPRD Grobogan mendengarkan sambutan Sri Sumarni atas terpilihnya sebagai bupati. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Hal ini berdampak pada tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang semakin menurun. Produksi tanaman pangan juga berhasil dipertahankan, bahkan terus meningkat.

Tata kelola pemerintahan juga semakin baik, dengan ditandai meningkatnya nilai SAKIP, Opini WTP lima tahun berturut-turut, dan survei kepuasan masyarakat terus meningkat. Berbagai prestasi tingkat nasional dan provinsi juga berhasil kita peroleh, sebagai apresiasi atas kinerja pemerintah daerah.

”Pandemi Covid-19 berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, di tahun 2020 minus 1,59 persen. Angka kemiskinan 2016 sebesar 13,57 persen, berhasil kita turunkan menjadi 11,77 persen di tahun 2019. Namun di tahun 2020 naik menjadi 12,46 persen,” ujarnya.

Selain itu, masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Stunting, Anak Tidak Sekolah (ATS), perkawinan dini, tentunya menjadi perhatian serius untuk ditangani.

Bupati  mengakui butuh dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Mulai dari tokoh agama, aparat pemerintah, badan/pelaku usaha, akademisi, masyarakat dan media, untuk bersatu padu nyawiji ing karso. Kemudian  mewujudkan Visi “Terwujudnya Grobogan yang Lebih Sejahtera, Berdaya Saing, Beriman dan Berbudaya”.

Untuk mencapai visi tersebut, ada lima misi. Yaitu meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing, membangun infrastruktur daerah yang merata, memperhatikan kelestarian lingkungan dan risiko bencana dan menguatkan ekonomi masyarakat berbasis potensi unggulan  secara merata, berkualitas dan berdaya saing.

 Selanjutnya memperkuat reformasi birokrasi  dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang baik dan memperkuat implementasi nilai-nilai keimanan & budaya dalam kehidupan masyarakat.

”Untuk mewujudkan itu, lima misi akan difokuskan dalam 10 Program Unggulan. Di antaranya gerakan pendidikan untuk semua dan peningkatan kompetensi SDM, gerakan cegah stunting, penurunan kematian ibu dan bayi, serta gerakan cegah perkawinan usia anak dan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya saat rapat paripurna di DPRD Grobogan.

Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto mengungkapkan, hubungan antara pemkab dan DPRD yang sudah baik ini bisa semakin baik. Tentu demi kepentingan bersama memajukan Grobogan.

(ks/lid/mun/top/JPR)

 TOP