alexametrics
Selasa, 11 May 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati
Ponpes Maslakul Huda, Kajen, Pati (1)

Dibatasi, Ngaji hanya Diikuti Santri

04 Mei 2021, 12: 39: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

TADARUS: Pengurus yang belum pulang mengisi waktu malam dengan tadarus Alquran.

TADARUS: Pengurus yang belum pulang mengisi waktu malam dengan tadarus Alquran. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Salat tarawih selesai. Malam itu tak ada aktivitas mengaji. Para santri bergegas menuju kamar. Total hanya belasan santri yang tersisa. Mereka pengurus Pondok Maslakul Huda Putra (PMH) Kajen, Pati. Sementara santri lainnya telah pulang.

Kegiatan selama Ramadan  atau yang disebut ngaji pasanan sudah ditutup. Tepat bersamaan dengan acara peringatan Nuzulul Quran. Yang diisi mauidhoh hasanah KH. Muhammad Faeshol Muzammil. Diikuti dengan pembacaan sanad kitab pasanan dari para guru pengampu pada malam 17 Ramadan.

Paginya setelah acara tersebut, para santri di Ponpes Maslakul Huda itu pulang ke rumah. Mereka berasal dari berbagai daerah. Seperti Wonosobo, Pekalongan, Kudus, Purwodadi, hingga  luar Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera.

Baca juga: PT Jamkrindo Kudus Salurkan Paket Sembako dan Santunan ke Anak yatim

DISIPLIN: Situasi mengaji di ponpes Maslakul Huda Kajen Pati yang mengedepankan prokes.

DISIPLIN: Situasi mengaji di ponpes Maslakul Huda Kajen Pati yang mengedepankan prokes. (PONPES MASLAKUL HUDA FOR RADAR KUDUS)

Meski tak ada agenda mengaji dengan pengasuh atau ustaz pengampu lain, para pengurus inisiatif membuat kegiatan. Yakni tadarusan dan bersih-bersih. Malam itu ada dua orang yang tadarusan AlQuran di dalam masjid. Disiarkan lewat spekaer. Mereka bergantian membaca Quran hingga pukul 22.00. Setelah itu berhenti dan istirahat.

Muhammad Fikri Ainul Hana, ketua tim aktivitas Ramadan pesantren menyebut, pada Ramadan  kali ini kegiatan ngaji pasanan kembali aktif. Setelah sempat vakum pada tahun lalu akibat Pandemi Covid-19. Tahun lalu ngaji hanya disiarkan secara live streaming.

Sementara tahun ini ada aktivitas mengaji. Namun khusus para santri saja. Karena sebelum pandemi, ngaji pasanan di Ponpes Maslakul Huda kerap diikuti warga sekitar dan luar daerah. Yang jumlahnya ratusan.

Fikri menambahkan jika kegiatan pasanan kali ini para santri mengaji lima kitab. Dimulai dari habis subuh. Mereka ngaji kitab Alfiyah Ibnu Malik. Diampu Ustaz Ala'uddin Al Wahidi. Kitab itu berisi tentang gramatika bahasa arab. Dilaksanakan dengan sistem bandongan. Berlangsung selama kurang lebih satu jam. Dari pukul 05.00-06.00.

Setelah mengaji itu santri bersih-bersih. Sampai pukul 07.00. Dan berlajut mengaji lagi pukul 08.00. Mereka mengaji Kitab Intifah Al Wadajaini. Yang diampu KH. Abdul Aziz Yasin. ”Kitab itu berisi tentang hukum jual beli memakai kaca mata. Berlangsung hingga pukul 10.00,” ungkapnya.

Haifan Muafi, lurah pondok atau ketua presidium PMH putera 2021-2022 menambahkan, ngaji kembali berlanjut pukul 13. 00 dengan Kitab Bulugh Al Marom. Berlangsung hingga asar. Membahas hadis tentang dalil-dalil hukum syariah. Yang diampu Ustaz Saifurrohman. 

”Pukul 16.00 ngaji lagi. Yakni  kitab  tafsir Al Jalalain. Yang berisi tentang tafsir Alquran. Diampu Ustaz Ahmad Mahfudh hingga pukul 17.00,” jelasnya.

Setelah ngaji itu santri piket. Bersih-bersih area pondok. Tiap piket mereka dibagi secara beregu lima orang. Sampai menjelang berbuka.

Ngaji terakhir bersama pengasuh ponpes KH. Abdul Ghaffarozin. Dimulai setelah salat tarawih. Mereka ngaji Kitab khulazoh Khulasoh Tarikh At Tasyri' Al islami. Tentang sejarah penetapan hukum Islam. ”Berlangsung hingga pukul 22.00," tuturnya.

Dari ke lima pengajian itu dua pengajian disiarkan pula secara streaming. Yakni  pengajian Kitab Intifah Al Wadajaini yang diampu KH. Abdul Aziz Yasin dan ngaji Kitab khulazoh khulasoh Tarikh At Tasyri' Al islami bersama KH Abdul Ghaffarozin. (tos)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP