alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Bahaya “Tik Tok” bagi Remaja

04 Mei 2021, 09: 47: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

Laela Dwi Agustina, S.Pd.; Guru Bahasa Inggris SMP N 1 Sumber

Laela Dwi Agustina, S.Pd.; Guru Bahasa Inggris SMP N 1 Sumber (DOK PRIBADI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

Berita Terkait

BERDASARKAN definisi dari WHO, yang disebut remaja adalah anak-anak yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO adalah 12 sampai 24 tahun. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 sampai 18 tahun dan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), rentang usia remaja adalah 10 sampai 24 tahun serta belum menikah dan di klasifikasikan sebagai Generasi Z. Generasi Z didefenisikan sebagai orang-orang yang lahir dalam rentang tahun kelahiran 1995 sampai 2010. Generasi Z adalah orang-orang yang lahir di generasi internet, generasi yang sudah menikmati keajaiban teknologi. Generasi Z benar-benar generasi pertama dunia digital. Smartphone dan media sosial tidak dilihat sebagai perangkat dan platform, tapi lebih pada cara hidup.

Pada pandemi yang di alami oleh seluruh dunia saat ini membuat semua membatasi kegiatan di luar ruangan yang membuat banyak orang di dunia menjadi stress. Baik orang dewasa maupun anak-anak. Hal ini dikarenakan berkurangnya area gerak di luar ruangan. Sehingga, penggunaan media sosial melonjak secara drastis.

Era digital pada saat ini, internet dan dunia digital rasanya sudah sangat mudah dijangkau dan melekat di dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya bagi para kalangan remaja. Pada dasarnya, internet mampu membantu banyak meneylesaikan pelajaran dan komunikasi. Namun, pada dasarnya jejaring internet dan dunia digital yang disebut sosial media atau dunia maya pun tidak terlepas dari berbagai hal yang sangat bernilai negatif dan dapat menimbulkan dampak yang sangat buruk terhadap penggunanya.

Baca juga: Sejumlah Program Pendidikan Harus Disesuaikan Agar Adaptif

Salah satunya adalah penggunaan Aplikasi TikTok. Aplikasi TikTok menjadi sangat viral di pandemi saat ini. Akses yang sangat mudah membuat banyak orang menggunakanya. Semua kalangan dapat mengakses apalikasi ini termasuk para remaja. Cara membuat video dan mengunggah video pun sangat mudah dan bervarian durasinya. Karena ini lah TikTok mudah terima masyarakat luas dan menjadikan aplikasi TikTok menjadi sangat viral.

Maraknya penggunaan TikTok oleh remaja, menimbulkan banyak hal negatif  jika tidak bijak menggunakan aplikasi TikTok . Hal negatif yang mungkin terjadi ketika kita menggunakan TikTok adalah berkurangnya produktifitas, lupa waktu, kurang tidur, kurangnya memfilter video yang akan di upload di TikTok, sulit membedakan mana yang pantas dan yang tidak pantas untuk di upload. Dari semua hal negatif yang paling mudah kita rasakan adalah perubahan perilaku para remaja sehari-hari. Tutur kata mereka cenderung kasar, mudah emosi, lupa waktu dan tidak mau bergaul dengan teman nyatanya. Maka dari begitu banyaknya dampak negatif penggunaan “Tik Tok” oleh para remaja perlu adanya bimbingan, pengawasan, dan control dari orang tua. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP