alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

35 Sembuh, Empat Masih Dirawat

Klaster Tasyakuran dari Jakarta

03 Mei 2021, 14: 35: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK KONDISI: Bupati Pati Haryanto diwawancarai saat ditemui di RSUD RAA Soewondo Pati kemarin (30/4).

CEK KONDISI: Bupati Pati Haryanto diwawancarai saat ditemui di RSUD RAA Soewondo Pati kemarin (30/4). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, – Sebanyak 39 orang yang terpapar virus Covid-19 di Desa Kuryokalangan, Gabus, 35 diantaranya telah dinyatakan sembuh. Masih menyisihkan empat penderita. Kondisi terkini tiga orang diisolasi mandiri. Satu orang diisolasi di RSUD RAA Soewondo Kabupaten Pati.

Bupati Pati Haryanto menyebutkan di RSUD RAA Soewondo Pati Sabtu lalu (30/4) menyebutkan ke-39 orang itu dinyatakan positif Covid-19 usai menghadiri hajatan syukuran dan manakiban di rumah seorang warga yang baru pulang dari Jakarta.

”Jadi yang positif tinggal empat berdasarkan tes PCR. Itupun statusnya OTG (Orang Tanpa Gejala). Yang diisolasi di RSUD. Yaitu, yang menggelar hajatan. Selebihnya isolasi di rumah,” ungkapnya saat dikonfi rmasi ulang kemarin (1/5).

Baca juga: Kabupaten Blora Kembali Raih WTP BPK Ketujuh

Haryanto mengungkapkan, tidak ada perkembangan kasus baru. Jika memang ditemukan warga dan pemerintah sigap membendung sebaran Covid-19 itu. ”Tidak berkembang lagi kasusnya. Ini tinggal nunggu masa isolasi 14 hari sampai selesai,” ujarnya.

Satu yang diisolasi di RSUD, lanjutnya, sebelumnya mengalami gejala sakit. Namun sekarang sudah berstatus OTG dan dalam proses pemulihan. Penanganan itu secara Protap (prosedur tetap). Pihaknya melaksanakan prosedur itu. ”Kalau memang ada yang positif akan diisolasi,” imbuh Haryanto.

Haryanto menduga bagaimana tertularnya penyakit ini. Menurutnya, puluhan orang yang tersengat Covid-19 di desa itu dari virus yang dibawa dari pemudik.

Pihaknya tak serta merta mengembalikan warga yang terlanjur mudik di Pati ke tempat perantauan asal. Meskipun telah keluar kebijakan larangan mudik dari pemerintah pusat.

Selain itu, bagi para perantau yang sudah terlanjur mudik ke desanya dan telah dilakukan tes antigen, akan dilihat apakah hasilnya banyak yang positif atau tidak.

”Jika sudah terlanjur mudik ke desanya, akan dilakukan pendataan melalui Bhabinkamtibmas, Babinsa, Bidan Desa serta Satgas desa setempat,” imbuh Haryanto.

Berdasarkan data tersebut, nanti bisa dibuat kebijakan lagi. Kata dia, kalau perlu yang pulang mudik itu nanti tidak perlu mengikuti Salat Idul Fitri di masjid. Melainkan cukup di rumah saja. Apabila ada gejala, yang bersangkutan tidak menularkannya kepada yang lain. (adr/ali)

(ks/ali/top/JPR)

 TOP