alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Gelorakan Semangat Merdeka Belajar

Para Siswa Diajak Dongeng dan Jalan-Jalan ke Alam

03 Mei 2021, 11: 45: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

CERIA: Den Bagus (kanan) sedang menampilkan pertunjukan dongeng di hadapan anak-anak. Selain sebagai pendiri Rumah Belajar Ilalang, ia juga aktif sebagai pendongeng.

CERIA: Den Bagus (kanan) sedang menampilkan pertunjukan dongeng di hadapan anak-anak. Selain sebagai pendiri Rumah Belajar Ilalang, ia juga aktif sebagai pendongeng. (RUMAH BELAJAR ILALANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

Konsep Merdeka Belajar beberapa telah diaplikasikan guru dan siswa. Di antaranya di Jepara dan Pati. Di Jepara ada Muhammad Hasan. 

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Radar Kudus

SEKITAR tiga puluhan anak-anak tampak menyimak dongeng-dongeng yang disampaikan Muhammad Hasan Sabtu (1/5) sore. Kebetulan, sore itu di Rumah Belajar Ilalang tengah diadakan kegiatan buka bersama-sama.

Baca juga: TRAS N CO dan SuaraPemerintah.ID Gelar Indonesia BPR Brand Award 2021

Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan saat Ramadan. Pesertanya anak-anak Desa Kecapi, Tahunan, Jepara. ”Dua tahun ini pesertanya sedikit. Maklum sedang pandemi,” terang Den Hasan, sapaan akrab Muhammad Hasan.

Dialah pendiri Rumah Belajar Ilalang. Didirikan sejak tahun 2011. Dan masih eksis hingga saat ini.

Dari Rumah Belajar Ilalang, Den Hasan ingin mendekatkan pendidikan anak dengan lingkungan tempat tinggal mereka. Sebab itu, yang ia ajarkan bukanlah pendidikan formal. Melainkan, pengenalan terhadap alam sekitarnya.

Konsep yang diusungnya ialah merdeka belajar. Namun, yang selaras dengan konsep Ki Hajar Dewantara. Seorang murid, berhak belajar kepada apapun, siapapun, kapanpun, dan di manapun.

Maka, tak jarang siswanya ia ajak jalan-jalan ke kebun atau ladang. Belajar dan mengamati sekelilingnya.

Kepada muridnya juga ia ajarkan tentang dolanan tradisional. Itu sebagai selingan agar para muridnya tak bosan. Lantaran, menurutnya, masa anak-anak adalah masa bermain. Dari permainan tradisional tersebut, turut diajarkan nilai filosofis kemasyarakatan dan ketuhanan yang terkandung dalam permainan tersebut.

”Semisal dari permainan macanan. Ada nilai-nilai filosofi kemasyarakatannya. Salah satunya tentang kerja sama,” papar pria ini.

Pendirian Rumah Belajar Ilalang muncul karena keresahan Den Hasan. Berupa sulitnya akses baca masyarakat di lingkungannya. Lantaran, tidak adanya fasilitas baca serupa perpustakaan di lingkungan tempat tinggalnya. ”Dulu, saya harus ke perpustakaan daerah dulu bila ingin membaca buku,” paparnya semangat.

Di latar belakangi itu, ia juga ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ia dirikan rumah baca tersebut. Maklum, saat itu ia baru saja lulus sebagai mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara.

Rumah Belajar Ilalang rutin membuka kegiatan. Dan boleh diikuti oleh siapapun. Sepekan kegiatannya dua kali. Adapula agenda bulanan hingga rutinan. Salah satunya buka bersama Sabtu (1/5) lalu.

Terbaru, Rumah Belajar Ilalang baru saja menyabet penghargaan sebagai Tembat Belajar Mandiri (TBM) Terbaik Nasional tahun 2020. ”Seumpama tidak pandemi, kami terima langsung di Jakarta. Tapi karena pandemi, diserahkannya lewat Zoom,” terang Den Bagus diselingi tertawa. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP