alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Bupati Kudus Hartopo Minta Pak Guru dan Bu Guru untuk Berinovasi

03 Mei 2021, 09: 50: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

Bupati Kudus Hartopo

Bupati Kudus Hartopo (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Pembelajaran daring selama pandemi dinilai tak maksimal. Penyebabnya banyak siswa yang memanfaatkan waktu longgar untuk bermain. Untuk itu, Bupati Kudus Hartopo meminta guru untuk memaksimalkan peran. 

Hartopo mengatakan pendidikan di masa pandemi ini diakuinya banyak permasalahan. Terutama ketimpangan akses jaringan saat penerapan sekolah secara daring. Sehingga menjadi tantangan bagi pelaku dunia pendidikan.

Untuk itu, kata Hartopo, diharapkan ada inovasi dari instansi pendidikan menyikapi persoalan tersebut. Demi menjaga kualitas pendidikan di masa pandemi. Mengingat pembelajaran secara daring berjalan tidak optimal.

Baca juga: Semen Gresik Gelar Nuzulul Quran dan Santunan Anak Yatim

AJARI SISWA DI RUMAH: Selama pandemi, guru private banyak diundang ke rumah untuk mengajar siswa.

AJARI SISWA DI RUMAH: Selama pandemi, guru private banyak diundang ke rumah untuk mengajar siswa. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Maka dari itu peran guru dinilai penting. Dari situlah guru membuktikan perjuangan yang sesungguhnya. Agar kualitas pendidikan tetap terjaga.

“Inilah saatnya Hardiknas jadi momentum bagi pelaku pendidikan untuk meneladani perjuangan Ki Hajar Dewantoro. Guru harus berinovasi agar cita-cita mewujudkan kecerdasan bagi generasi penerus bangsa tetap berjalan,” jelasnya.

Namun dia tetap berpesan agar tidak ada kerumunan saat pembelajaran tatap muka (PTM)

Pentingnya peran guru dalam membentuk siswa mandiri telah disadari Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Untuk itu pihaknya belakangan membuat program Merdeka Belajar yang menekankan Guru Penggerak.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada mengatakan lewat rapat daring bersama Mendikbud ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam implementasi program Merdeka Belajar. Baik secara konseptual hingga pihak terkait, seperti tenaga pengajar atau guru.

“Pertama terkait Merdeka Belajar yakni konsep pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada unit pendidikan. Baik dari sekolah, guru hingga murid untuk tidak takut berinovasi, berkreasi, dalam proses pengajaran. Artinya proses belajar tidak satu arah,” jelasnya

Kedua, persiapan tenaga pengajar. Yakni dengan pembentukan Guru Penggerak. Yang memberikan pelatihan kepada guru untuk mencetak para pengajar yang bisa mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, dan proaktif. Serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan yang baik.

“Guru nanti lebih ditekankan untuk kreatif, tanpa diperintah melakukan yang terbaik. Di Kudus program Guru Penggerak tahap kelima dibuka Oktober 2021 dan pelaksaan November,” jelasnya. (tos)

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP