alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Membangun Emosi Positif dalam Pembelajaran Daring

03 Mei 2021, 09: 12: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

Suharti, S.Pd.; SDN Gegunung Wetan

Suharti, S.Pd.; SDN Gegunung Wetan (DOK PRIBADI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SEJAK awal bulan Maret 2020, hampir semua daerah meliburkan sekolah dan perguruan tinggi (PT) atau dikenal dengan Belajar dari Rumah (BDR). Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),  sebanyak 68.8 juta peserta didik mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi, sebanyak 4.2 juta guru dan dosen, dan sebanyak 646.000 satuan pendidikan terdampak pandemi Covid-19. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah dialihkan menjadi belajar online atau daring. Metode ini memiliki tantangan yang berbeda dengan pembelajaran tatap muka. Baik guru maupun orang tua. Hal ini dikarenakan perlu melakukan adaptasi.

Belajar dari rumah secara online pada hakikatnya tidak hanya untuk memenuhi tuntutan kompetensi (KI-KD) pada kurikulum, tetapi lebih ditekankan pada pengembangan karakter, akhlak mulia serta kemandirian peserta didik. Guru harus bisa lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan materi pelajaran dan memberikan tugas kepada peserta didik. Hal ini bertujuan agar terwujudnya kegiatan pembelajaran yang lebih bermakna, menginspirasi, dan lebih menyenangkan dengan tujuan peserta didik tidak mengalami kejenuhan belajar dari rumah.

Beberapa kendala dalam pembelajaran daring seperti: media pemebelajaran yang digunakan para guru dominan monoton dan membuat para murid merasa jenuh atau bosan, pembelajaran dominan belum interaktif, karakter ataupun perilaku para murid sulit dipantau, tugas diberikan para murid menumpuk, penyerapan materi pelajaran sangat minimalis, meningkatnya rasa stress dan jenuh akibat isolasi di rumah secara berkelanjutan berpotensi menimbulkan rasa cemas dan depresi bagi anak.

Baca juga: Pilih yang Lebih Kaya Aja

Sehingga, upaya untuk meminimalisir kendala yang ada seorang guru harus mampu membangun emosi positif pada siswa dalam proses pembelajaran daring. Dengan terciptanya emosi positif maka proses pembelajaran akan terasa lebih hidup salain itu siswa akan lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Adapun cara-caranya sebagai berikut: Pertama, Bapak/Ibu Guru dapat mengawali pembelajaran dengan sebuah cerita ringan. Cerita ini bisa berisi tentang cerita inspiratif atau tentang fenomena nyata yang terjadi di lingkungan sekitar. Ketika cerita dirasa menarik maka para siswa akan lebih memiliki rasa penasaran dengan materi yang akan disajikan. Kedua. Bapak/Ibu Guru dapat memberikapan apresiasi atau reward di setiap pencapaian siswa. Misalnya dengan memberikan nilai, pujian, atau kata-kata penyemangat. Dengan begitu mereka akan merasa usahanya dihargai dan membuat siswa lebih semangat untuk mengikuti pembelajaran di rumah.

Ketiga, Bapak/Ibu Guru dapat ajarkan cara penyampaian yang baik dan benar. Ketika Guru meminta atau melarang siswa misalnya saja mengucapkan kalimat “Jangan menyontek!” dapat diganti dengan “Kerjakan tugassnya secara mandiri agar kamu lebih cepat menguasai materi”. Cara penyampaian yang baik bisa lebih mudah diterima dan dipatuhi oleh siswa,

Keempat, Bapak/Ibu Guru dapat menerpakan disiplin positif pada siswa. Ini merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk membangun nilai kedisiplinan pada siswa tanpa kekerasan dan ancaman. Siswa diajarkan untuk bertanggung jawab dan memahami konsekuensi dari setiap perbuatan yang mereka lakukaan. Dengan begitu, siswa akan belajar berfikir sebelum bertindak.

Kelima, Bapak/Ibu Guru dapat menyisipkan guyonan, lelucon, banyolan untuk mencairkan suasana jika dirasa suasana sudah mulai tidak kondusif atau terasa jenuh.

Itulah lima cara yang bisa Bapak/Ibu Guru terapkan dalam membangun emosi positif pada siswa selama pembelajaran daring akibat pandemi Covid-19. Semoga saja musibah ini dapat segera berakhir dan kita semua dapat segera beraktivitas kembali secara normal. Tetap semangat jaga kesehatan dan selalu patuhi protokol kesehatan. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP