alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Kapolres Rembang Tandatangani MoU Pengamanan Objek Vital Perbankan

02 Mei 2021, 10: 56: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

EVALUASI: Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre menyoroti kelayakan pos bagi anggota pengamanan objek vital usai MoU.

EVALUASI: Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre menyoroti kelayakan pos bagi anggota pengamanan objek vital usai MoU. (HUMAS POLRES REMBANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre menandatangani nota kesepakatan atau kontrak kerja sama pengamanan objek vital perbankan di aula Mapolres. Dalam kesempatan evaluasi, kapolres menyoroti keberadaan pos jaga yang kurang layak. Sehingga bertugas di lapangan terkadang duduk di trotoar.

Menurutnya, sarana pengamanan itu hal urgent. Apalagi Objek vital. Semua harus sesuai standar operasional. “Contoh beberapa kali ada anggota. Kadang mereka duduk di luar. Duduk di kursi di trotoar. Kami berharap dan mendorong diperbaiki. Bagusnya ada posnya. Jadi anggota layaknya melaksanakan pengamanan itu sesuai. Kita bisa menuntut petugas melaksanakan tugasnya. Tetapi kelayakan jaga juga harus sesuai situasinya,” ujar Kapolres dalam forum tersebut.

“Jangan sampai anggota ada kekurangannya. Tetapi tempat untuk melaksanakan tugas tidak dipenuhi dari user atau pengguna. Begitupun sebaliknya ketika ada kekurangan disampaikan. Evaluasi,” imbuhnya.

Baca juga: Santri Gayeng Nusantara Bagi 18 Ribu Paket Sembako di Bulan Puasa

Menurutnya security tidak sama tugasnya anggota polri yang melaksanakan pengamanan. Kalau security pelayanan yang diberikan konsumen perbankan maupun objek vital lainnya. Sehingga tamu nyaman. “Sebaliknya anggota Polri bukan berarti tidak memberikan kenyamanan juga, tapi dia fokus menjaga kamtibmas di daerah anggota melaksanakan pengamanan,” imbuhnya.

Rongre berharap ketika ada pos ditempatkan disana. Tinggal bagaimana mereka membagi waktunya. Apakah di luar dalam rangka mengawasi secara bergantian. Karena melihat saat jalan anggota ditaruh kursi di trotoar.

”Bukan berarti kurang pantas. Tapi standar operasional prosedur kurang pas. Kalau dia memang mau jaga seperti itu berdiri. Tidak harus duduk. Kalau pilih demikian harus bergantian. Beda juga tukang parkir, kalau didalam justru salah. Semua ini demi kebaikan bersama,” tegasnya.

(ks/noe/top/top/JPR)

 TOP