alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Belum Launching, Karyawan DPMPTSP Grobogan Siap Boyongan ke MPP

02 Mei 2021, 10: 06: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

BERDIRI: Mal Pelayanan Publik (MPP) siap beroperasional.

BERDIRI: Mal Pelayanan Publik (MPP) siap beroperasional. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN - Mal Pelayanan Publik (MPP) sudah berdiri sejak akhir tahun lalu. Meski belum di-launching, pasca Lebaran ini seluruh karyawan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Grobogan bersiap boyongan ke sana.

Kepala DPMPTSP Grobogan Aries Ponco Wibowo mengatakan meski masih setelah Lebaran. Beberapa barang sudah diboyong ke MPP lantai tiga tersebut.

”Kami paksakan ke sana. Karena selama MPP berdiri kami harus membayar listrik dobel yakni di MPP dan kantor. Mending sekalian di sana, kantor lama dikosongkan. Serahkan ke pemkab,” jelasnya.

Baca juga: Pembayaran THR Karyawan di Jepara Tak Boleh Dicicil

Nantinya, kantor DPMPTSP akan ditempatkan di lantai tiga. Sedangkan untuk pelayanan akan dilakukan di lantai dua.

”Untuk launching secara resmi belum dilakukan, kemungkinan masih akhir tahun. Namun, setelah kami pindah di MPP, kami akan membuka beberapa pelayanan yang sudah siap beroperasional seperti pelayanan milik kami sendiri, kemudian anjungan e-KTP milik Dispendukcapil dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (LTSA) milik Disnakertrans yang juga akan diboyong ke sini,” paparnya.

Anjungan e-KTP milik Dispendukcapil ini akan menyediakan alat cetak e-KTP bagi yang sudah melakukan rekam. Masyarakat dimudahkan dengan pelayanan mandiri tersebut.

Sedangkan Disnakertrans khusus untuk melayani Pekerja Migran Indonesia (PMI). ”Untuk mesin paspor atau alat imigrasi masih kami usulkan di pusat. Karena anggaran cukup besar,” imbuhnya.

Dijelaskan, gedung MPP ini akan diisi pelayanan dari 24 instansi maupun OPD di Kabupaten Grobogan. ”Kekurangan anggaran yang dibutuhkan untuk melengkapi MPP sekitar Rp 5 miliar untuk kelengkapan gedung, peralatan sarana dan prasarana, pagar, hingga interior lantai tiga. Sedangkan lantai dua, juga belum semua tercukupi seperti monitor antrean, perangkat komputer dan server hingga kursi-kursi. Sebagian kami usulkan di APBD-Perubahan,” ujarnya.

(ks/int/ali/top/JPR)

 TOP