alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Tempat Wisata di Kudus Buka, Pengunjung Luar Daerah bakal Di-Screening

01 Mei 2021, 16: 58: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

WISATA: Tempat wisata di Kudus bakala tetap buka. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, wisatawan dari luar daerah akan di-screening sebelum masuk tempat wisata.

WISATA: Tempat wisata di Kudus bakala tetap buka. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, wisatawan dari luar daerah akan di-screening sebelum masuk tempat wisata. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Meski mudik dilarang, tempat wisata di Kudus tetap buka. Sebelum masuk tempat wisata, wisatawan luar daerah bakal discreening dulu.

Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Mutrikah menyebut tempat wisata dibuka, namun ada perlakuan khusus agar tak terjadi penyebaran virus Covid-19. Di antaranya dengan memberikan surat edaran ke pelaku dan stakeholder pariwisata agar menjaga prokes secara ketat hingga menscreening wisatawan luar daerah.

"Kami imbau agar tidak sekedar menerapkan 3 M, tetapi 5 M. Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas, dan interaksi," ungkapnya.

Baca juga: Ditinggal ke Pasar, Rumah di Kudus Terbakar karena Korsleting Listrik

Selain itu Disbudpar akan membentuk satuan petugas (satgas) wisata yang memantau berbagai tempat wisata di Kudus untuk memastikan adanya penerapan prokes secara ketat. Mulai 6 Mei hingga 17 Mei.

“Petugas akan memonitoring. Tim ini akan fokus ke pariwisata. Jadi berbeda dengan tim gabungan yang sudah ada dari Satpol PP, Polisi, TNI, dan Dishub," imbuhnya.

Tetapi sebelum 6 Mei pihaknya akan mapping lokasi daerah wisata yang dinilai rawan. Terutama pemudik dari luar daerah yang kadung sampai Kudus. Mereka akan kami screaning.

"Antisipasi penting kami lakukan terhadap wisatawan dari luar daerah. Terutama mereka yang dari zona-zona rawan. Seperti Jakarta dan sekitarnya yang kadung mudik," jelasnya.

Tika mengatakan, kebijakan membuka tempat wisata memang dilema. Namun upaya itu untuk tetap memastikan berjalannya roda perekonomian di masyarakat. Karena sebagai instansi pemerintah pihaknya merasa punya tanggung jawab moral agar masyarakat tidak menjerit.

"Banyak pihak yang bergantung dari wisata. Mulai dari tempat wisata, pedagang yang ada di dalamnya, hingga stakeholder wisata, seperti resto, hotel, hingga cake," pungkasnya. (tos)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP