alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan
Ponpes Miftahul Huda, Grobogan (2-Habis)

Miliki Belasan Lembaga: PAUD hingga Taman Baca

01 Mei 2021, 16: 23: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

IPI MARET: Berbagai produk kebutuhan sehari-hari santri dijual di toko milik Ponpes yang diberi nama IPI Maret.

IPI MARET: Berbagai produk kebutuhan sehari-hari santri dijual di toko milik Ponpes yang diberi nama IPI Maret. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN - Sebagaimana Ponpes salafiyah pada umumnya, Ponpes Miftahul Huda Blabur juga menyelenggarakan ngaji kitab kuning saat Ramadan. Dalam sehari, ada empat kitab yang dikaji selama bulan suci tahun ini. Karena kebanyakan setiap Ramadan santri dibebaskan untuk pulang. Jadi hanya sedikit santri yang mengikuti ngaji.

Empat kitab yang dikaji yakni Fathul Majid di waktu duha, Matnu Sulam Taufiq di waktu zuhur hingga asar. Lalu Ayyuhal Walad dengan waktu usai Asar hingga jelang maghrib, dan Qishohul Mihraj usai tarawih. Lokasi ngaji berada di masjid dan aula Ponpes. Dari empat kitab itu, tidak ada yang diampu oleh Kiai Rohmat. Kiai hanya mengimami salat fardhu dan tarawih saja.

Meski tergolong baru sebagai lembaga pendidikan pesantren, namun perkembangan Ponpes Miftahul Huda cukup pesat. Hingga kini, sudah ada belasan lembaga berdiri di bawah naungannya. Di antaranya TPQ, madin ula, madin wustho, majlis taklim, taman baca masyarakat, PAUD nonformal, paket B kesetaraan SMP, paket C kesetaraan SMA, dan sejumlah lembaga lain.

Baca juga: Imanan Wahtisaban: Kunci Imunitas dan Sukses Ibadah Ramadan

Di setiap tahun, Ponpes berupaya untuk membangun. Sehingga, ke depan Ponpes semakin berkembang dan bisa memberi manfaat lebih baik lagi kepada masyarakat sekitar.

K.H. Hasan Rohmat menyebut, dirinya tidak pernah meminta bantuan dari pemerintah dalam membangun Ponpes. Namun, apabila pemerintah dengan sukarela ingin memberikan bantuan, pihaknya dengan tangan terbuka menerima.

“Belum lama ini, kami dapat bantuan bangku, itu kami tidak meminta. Paling mereka yang minta bikin proposal, tapi kan sudah pasti datang barangnya. Bahkan, proposalnya belum selesai, barangnya sudah tiba di sini,” tuturnya.

Kiai Rohmat mengaku memiliki sumber ekonomi yang cukup untuk menghidupi santri yang kurang mampu dan operasional Ponpes. Apalagi, kini sudah ada unit usaha milik Ponpes yang menghasilkan pundi-pundi ekonomi. Sehingga, pihaknya merasa tak perlu meminta bantuan dari pemerintah. 

(ks/ful/mal/top/JPR)

 TOP