alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Pembelajaran Tatap Muka di Rembang Jilid II Diperluas 82 SD

01 Mei 2021, 10: 42: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

MARI PULANG: Seorang siswa sekolah dasar dijemput orang tuanya setelah mengikuti pembelajaran tatap muka beberapa waktu lalu.

MARI PULANG: Seorang siswa sekolah dasar dijemput orang tuanya setelah mengikuti pembelajaran tatap muka beberapa waktu lalu. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang menambah sekolah yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) jilid II. Total sekolah dasar (SD) yang akan mengikuti menjadi 110 sekolah.

Kepala Dindikpora Rembang Mardi menyampaikan, pihaknya sudah mengevaluasi PTM jilid I yang dimulai dari 5 April lalu. Ia menilai berjalan baik. Jadi, pada PTM jilid II nanti ada tambahan sekolah yang mengikuti PTM.

Untuk sekolah menengah pertama (SMP), ada tambahan dua sekolah. Yakni SMPN 2 Gunem dan SMPN 2 Pamotan. Pembelajaran tatap muka jilid II untuk SMP sudah dimulai Senin (26/4). Sebelumnya, pada jilid I sudah ada 12 SMP yang mengikuti PTM. Artinya pada jilid II sudah ada 14 sekolah yang mengikuti.

Baca juga: Ijol Duit Kanggo Wisit

(VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Untuk SD, akan ada tambahan 82 sekolah. Dari sebelumnya 28 sekolah.  Jika ditotal akan ada 110 sekolah yang melaksankan PTM jilid II. ”Nanti (PTM jilid II SD) mulainya 3 Mei,” katanya.

Mardi menuturkan, 82 sekolah tambahan tersebut sudah mewakili 14 kecamatan. Hanya, jumlah di masing-masing kecamatan berbeda.

Sementara itu, pada pelaksanaan PTM jilid I, sempat ada siswa SD yang dinyatakan positif Covid-19. Jadi, untuk sementara sekolah tersebut harus berhenti melaksankan PTM.

Sekolah yang terdapat siswa positif Covid-19 itu, SD Samaran. Kegiatan PTM sempat dihentikan. Lalu sudah ada tracing kepada siapa saja yang terkontak erat dengan siswa itu. Selain di Samaran, pemberhentian kegiatan PTM juga terjadi di SDN 2 Pamotan. Di sekolah itu, juga ada yang terkonfirmasi positif.

Pada jilid II nanti, siswa yang bersangkutan sudah melaksanakan isolasi mandiri. Saat 3 Mei nanti, sudah melewati masa isolasi. ”Nanti tahap II kan mulai 3 Mei. Nanti bisa ikut kembali. Karena anak-anak isolasi mandirinya sudah lebih dari 14 hari,” imbuhnya.

(ks/vah/lin/top/JPR)

 TOP