alexametrics
Selasa, 11 May 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Bupati Kudus: Pemudik yang Positif Covid-19 Dikarantina di Rusunawa

30 April 2021, 16: 15: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

LOKASI KARANTINA: Pemudik yang positif Covid-19 akan dikarantina di Rusunawa Bakalan Krapyak, Kaliwungu.

LOKASI KARANTINA: Pemudik yang positif Covid-19 akan dikarantina di Rusunawa Bakalan Krapyak, Kaliwungu. (DONNTY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Pemkab Kudus akan mengintesifkan pengamanan dan screening menjelang mudik lebaran. Di samping itu, Pemkab kembali menyiapkan lokasi karantina pemudik di Rusunawa, Desa Bakalankrapyak, Kaliwungu.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, Pemkab Kudus tegas melarang pemudik untuk datang ke Kudus. Di sisi lain, pihaknya tak ingin kecolongan pemudik yang sudah  pulang kampung ke Kudus. Dalam hal ini Pemkab Kudus akan mengantisipasi sebelum dan pascamudik lebaran. Meski pemerintah pusat bakal screening dan sekat yang ketat bagi pemudik yang pulang kampung.

“Kami antisipasi mengingat tahun kemarin saat ditinggal pemudik ternyata meninggalkan kenaikan kasus penyebaran Covid-19 yang luar biasa,” kata dia saat ditemui usai Rapat pimpinan di lantai IV Gedung Setda Kudus.

Baca juga: Pleno KPU Temukan Penurunan 835 Pemilih

Beberapa langkah antisipasi bakal disiapkan. Mulai menggalakan operasi yustisi, menyiagakan kampung siaga bentuk Polri di setiap desa, sekaligus mengintensifkan jogo tonggo pada tinggkat RT.

Hartopo menyebut, peran Jogo tonggo di tingkat bawah sangat kursial. Lantaran mengawasi keberadaan pemudik yang datang ke desa. Di samping itu, Pemdes diminta berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat dalam pantauan pemudik yang pulang ke kampung.

“Yang sudah masuk ke kampung (Pemudik,Red) harus diadakan screening,” tambahnya.

Untuk screening ini, pihaknya akan mempersiapakan ketersedian alat rapid test antigen. Pengetasan ini akan dilaksanakan di perbatasan Kabupaten Kudus. Jika hasil tes tersebut terkonfirmasi positif, pemudik akan dikarantina di Rusunawa.

Pihaknya mengimbau, pemudik agar tak pulang ke kampung halaman terlebih dahulu. Diharapkan perantau di luar Kudus menjalankan silaturahmi melalui virtual. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo mengatakan, akan menindaklanjuti instruksi tersebut. Antisipasi ini rencananya akan dilaksanakan sebelum 6 Mei.

Terkait ketersedian alat rapid test antigen, Badai masih menghitung. Pihaknya menyebut alat rapid test antigen jika diperuntukkan secara reguler diperkirakan masih tercukupi.

“Akan dihitung dulu, nanti lokasi screening kami mapping,” terangnya.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus Agung Kayanto akan menyiapkan ketersedian lokasi karantina seperti tahun lalu. Untuk gedung yang digunakan masih sama seperti tahun 2020. Pemudik akan ditempatkan di Twin Blok (TB) IV. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP