alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Omzet Hall Sandang di Plaza Pragolo Pati Turun Separo Lebih

29 April 2021, 15: 37: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

BERKUALITAS: Seorang pengunjung sedang memilih batik-batik yang dijual di Plaza Pragolo belum lama ini.

BERKUALITAS: Seorang pengunjung sedang memilih batik-batik yang dijual di Plaza Pragolo belum lama ini. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Penjualan di hall sandang menjadi yang terbesar di Plaza Pragolo. Omzetnya sebelum pandemi Covid-19 mencapai Rp 1 miliar dalam setahun. Karena pandemi omzetnya turun hingga 50 persen lebih.

“Tahun kemarin kami membukukan omzet hanya Rp 360 jutaan. Padahal sebelumnya di hall sandang setahun bisa Rp 1 miliar,” terang Sulistiani admin di hall sandang Kanigoro ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Untuk diketahui, Plaza Pragolo sempat ditutup total saat awal merebaknya kasus Covid-19 di Kota Mina Tani. Kemudian dibuka kembali saat penerapan new normal, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Bupati Pati Haryanto Teken Larangan Takbir Keliling di Malam Lebaran

“Omzet itu total dari seluruh penjualan di hall sandang ini. Terutama batik tulis bakaran. Selain itu ada kaos, dan baju-baju jadi lainnya,. Pembeli batik misalnya, rata-rata dari kantor dan juga masyarakat luar kota yang ingin membawa oleh-oleh,” imbuh Sulistiani.

Di hall ini ada ratusan batik tulis dari 24 pengrajin yang ada di Kabupaten Pati. Mulai dari batik tulis bakaran, batik pesantenan, dan batik kayen, selain itu ada kain tenun, dan kaos. Harga batik dipatok antara 110 ribu sampai 450 ribu untuk batik tulis bakaran, batik saridin kayen 175 ribu sampai 220 ribu, dan batik pesantenan 250 ribu hingga 900 ribu.

“Kalau pandemi seperti ini setiap bulan mentok 25 jutaan omzetnya. Sebelum pandemi bisa sampai 50 jutaan lebih. Karena itu kami ingin cepat normal kembali dan Plaza Pragolo bisa dibuka penuh agar pengunjung ramai kembali,” paparnya.   

Terpisah Kabid Promosi dan Ekpor Impor pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati Paryadi mengungkapkan, pihaknya akan segera memaksimalkan peran Plaza Pragolo sebagai pusat promosi dan penjualan produk unggulan.

“Salah satunya adalah menggandeng asosiasi biro perjalanan wisata. Agar bisa memasukkan Plaza Pragolo menjadi ampiran setelah berwisata. Kami akan jajaki kerjasama ini. Dari segi fasilitas sudah bagus, tempat parkir nyaman, ada mushola, dan toilet. Kedepan kami juga siap menambah dan memperbaiki fasilitas-fasilitas yang ada,” paparnya. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP