alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Jadi Sentra Peredaran Narkoba, BNN Perlu Dirikan Kantor di Jepara

29 April 2021, 14: 23: 14 WIB | editor : Ali Mustofa

MEMPRIHATINKAN: Bupati Jepara Dian Kristiandi (dua dari kanan) berkomunikasi dengan tersangka peredaran narkoba di Jepara.

MEMPRIHATINKAN: Bupati Jepara Dian Kristiandi (dua dari kanan) berkomunikasi dengan tersangka peredaran narkoba di Jepara. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Jepara menjadi daerah rawan terhadap peredaran narkotika. Lantaran, tiap tahun jumlah kasus penyalahgunaan narkotika terus meningkat. Dari Januari hingga April 2021, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah telah mengungkap enam orang tersangka pengedar narkoba di Jepara.

Terbaru, BBNP baru saja mengungkap kasus jaringan narkotika di Jepara yang dikendalikan seorang narapidana di Lapas Kedungpane Semarang. ”Masih ada juga data dari Polres Jepara sebanyak 49 orang tersangka peredaran narkoba,” terang Kepala BNNP jateng Brigjen Pol Benny Gunawan.

Pada 2017 lalu, Polres Jepara mengungkap 26 kasus dengan 32 orang tersangka. Tahun berikutnya, jumlah kasus narkoba terungkap di Jepara kian bertambah. Yakni menjadi 29 kasus dengan 32 orang tersangka. Sedangkan 2019, ada 36 kasus terungkap dengan tersangka 40 orang.

Baca juga: Bupati Kudus Sebut Sampah dan Hunian Pinggir Sungai Picu Banjir

BARANG BUKTI: Bupati Jepara dan pihak lain menunjukkan barang bukti narkoba dari tersangka.

BARANG BUKTI: Bupati Jepara dan pihak lain menunjukkan barang bukti narkoba dari tersangka. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Tahun lalu, angka tersebut masih bertambah. Selama setahun terdapat 47 kasus narkoba berhasil terungkap dengan tersangka berjumlah 59 orang. ”Untuk itu, kami mendukung agar BNN Kabupaten Jepara dapat terbentuk,” ujar Benny.

Dia menjelaskan, kawasan Jepara ditengarai cocok dalam peredaran narkoba. Lantaran, terdapat kawasan industri, pelabuhan, dan wisata. ”Itu pasarnya,” jelasnya.

Menanggapi itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi turut mendesak supaya BNN mendirikan kantor di Jepara. Guna menekan angka kasus peredaran narkoba di Kota Ukir.

Sebelumnya, diberitakan BNNP meringkus dua orang pengedar sabu-sabu, yakni DS dan MR. Penangkapan tersebut terjadi di sekitar Benteng Portugis, Mulyoharjo, Donorojo pada Minggu (28/3) lalu. Dari penangkapan tersebut, ditemukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,6 gram dan alat timbangan, handphone, juga alat hisap sabu atau bong.

Keduanya merupakan kurir yang diperintah seorang napi di Lapas Kedungpane Semarang, AS. Supaya, sabu-sabu tersebut diedarkan ke wilayah Jepara dan sekitarnya. (rom)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP