alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Jogeti Patah Hati lewat Lagu Taman Kartini

27 April 2021, 09: 22: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

Dhofiyan Pratama

Dhofiyan Pratama (DOKUMEN PRIBADI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

UDAN grimis ngelingke sliramu. Ning Taman Kartini ngeterke lungamu…,” ungkap Dhofiyan Pratama dalam liriknya di lagu Taman Kartini Rembang. Dalam video klipnya, di depan Taman Kartini itu ia mengantarkan kepergian kekasihnya menggunakan Bus Antar Kora Antar Provisnsi (AKAP).

Pemuda asli Desa Ngadem, Rembang itu saat ini sedang merantau di Solo. Bekerja sebagai seorang chef di sebuah restoran. Setelah booming-nya genre campursari, dangdut, dan koplo mebuatnya ter-influence dengan sosok Didi Kempot.

Pada dasarnya, Dhofi sendiri memang sudah suka musik. Setelah pindah di Solo, entah kenapa dia malah semakin kesengsem dengan nada-nada Campursari. Dan mulai berkarya merangkai nada-nada. Saar ini karyanya sudah ada empat single. Dengan harapan melalui genre Campursari bisa membawa lagu-lagu khas orang jawa lebih mendunia. Dan memiliki daya saing di kancah permusikan global.

Baca juga: Dibohongi Berkali-kali Tapi Tetap Cinta

Memang, dalam menuliskan lirik, Dhofi cenderung menuangkan cerita-cerita tentang patah hati. Proses kratif ia mulai dengan menentukan nada. Kemudian baru menyesuaikan dengan liriknya. Kebanyakan cerita dalam bait-bait lagu itu ia ambil dari pengalaman. Seperti mendengar curhatan dari teman-teman saat cintanya digantung dan ada juga yang memang pengalaman pribadi.

Aransemen musik digarap langsung oleh mantan gitaris Didi Kempot. ”Yang bikin lagu Perawan Kalimantan, Banyu Langit, Stasiun Balapan, lagu-lagu itu,” katanya.

Dalam proses kreatif ia langsung datang dan me-request keinginan sesuai seleranya.

Dia memilih memasukan karyanya itu karena musik yang ditonjolkan sesuai dengan selera. Dari aransemen, notasi melodi menurutnya memiliki ciri khas.

Untuk proses pembuatan video Klip sendiri dipilih di area taman Kartini. Karena merupakan lokasi ikonik yang ada di kota garam. ”Kan banyak (tempat ikonik, Red) tapi yang sekiranya orang pernah ke situ,” jelasnya.

Proses video klip ini ia konsep dan fikirkan sendiri. Eksekusinya dibantu oleh kawan. Mulai konsep cerita hingga pengambilan gambar ia sendiri yang menentukan.

Ke depan, Dhofi akan menyiapkan single ke lima. Dari keempat lagu yang sudah ada, menurutnya lagu Taman Kartini yang video klipnya ia upload di-chanel Dhofiyan Pratama itu adalah paling berkesan.

(ks/vah/zen/top/JPR)

 TOP