alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Nur Halimah, Peraih 30 Medali Dalam 4 Bulan

Rajin Latihan, Istiqamah Belajar sebelum Tidur

27 April 2021, 09: 17: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

Nur Halimah

Nur Halimah (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

Minat menjadi murid berprestasi, Nur Halimah giat mengikuti lomba. Mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional. Sebanyak 44 medali ia peroleh semenjak 2019 lalu. 30 medali di antaranya diperoleh dalam empat bulan terakhir.

ANDRE FAIDHIL FALAH, Radar Kudus

SISWI MTsN 1 Pati Nur Halimah menunjukkan beberapa medali emasnya. Dengan senyumnya dia memegang medali hasil jerih payahnya itu. Medali itu, dikalungkan di lehernya. Kesehariannya tak luput dari kegiatan belajar. ”Belajar terus, Mas. Pokoknya harus rajin,” kata Halimah.

Baca juga: Bangun Visi Keumatan, PKS Rembang Sowan Ke Muhammadiyah

Madrasahnya mendukung kegiatan belajarnya. Itu melakukan bimbingan olimpiade setiap hari. Walaupun saat pandemi ini tetap bimbingan. Yakni, siswanya dibagi. ”Siswa yang memiliki potensi akan diberikan bimbingan. Ini supaya mempertajam kemampuannya,” imbuh gadis asal Desa Pasuruhan, Kayen, Pati, itu.

Biasanya pukul 08.00 sampai 12.00 diadakan bimbingan bersama guru. Biasanya, gadis 15 tahunan itu tidur siang setelah bimbingan. Kalau tidak biasanya refreshing bermain media sosial (Medsos). ”Biar nggak terlalu terbebani sama pelajaran,” katanya.

Di sela-sela belajar, dia menceritakan, suka membaca komik dan novel. Dia suka cerita fantasi dan action. ”Hiburannya ini, Mas. Soalnya tidak bisa main game. Biasanya baca komik. Judulnya, The Secret of Angel dan Suddenly I Became Princess. Kalau bosan biasanya juga nonton drakor dan K-pop,” ceritanya.

Halimah mengikuti 44 macam lomba. Dia mendapat medali emas kisaran 11 kali. Ini semenjak 2019 silam. ”Terakhir, 22 April lalu ikut lomba tingkat nasional. Olimpiade Sains Ramadan (OSR) namanya. Saya mendapat juara I. Akhirnya mendapat medali emas,” ungkap gadis kelas IX ini.

OSR ini dari Lembaga Indonesia Scientist. Peserta lomba ini terbatas. Kisaran 110 orang. Ini diambil 15 besar dengan ketentuan. Yaitu, peringkat I-III mendapat emas, IV-VIII perak, dan IX-XV perunggu.

Sistemnya daring memakai web security. Jadi kalau curang biasanya ketahuan. Kata dia, pengawasan web diberi tahu admid sebelumnya. Kata admin ada hidden camera dan audio. ”Tidak pernah coba-coba, Mas. Sebenarnya, itu sendirian di ruangan. Bisa curang kalau mau. Tapi, gimana ya. sudah susah-susah belajar. Kok akhirnya nyontek, kayak sia-sia gitu,” pungkasnya.

Menurutnya, lomba yang diikutinya belum lama ini cukup mudah. Tipsnya rajin mengikuti bimbingan dan sering-sering latihan soal yang diberikan guru. Selain itu, belajar selama sejam sebelum tidur dan setelah subuh.

”Soalnya tergolong gampang. Sudah dibahas sama guru di latihan soal dan bimbingan,” ujarnya.

Setelah mendapat medali emas, dia mengikuti lomba lagi. Yakni, Olimpiade Numerasi Nasional dari Posi pelatihan sama Felin dari Oase Edukasi. ”Katanya pembimbing saya, selama masih berstatus murid. Ini masih bisa ikut lomba-lomba yang ada,” tutup gadis gemar baca buku itu. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP