alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Kabar Serda Dwi Nugroho Kru KRI Nanggala-402

Semangat Mengejar Cita-Cita Bikin Bangga Orang Tua

26 April 2021, 22: 56: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

MOHON DOANYA: Sudiyanto (kanan), ayah Serda Dwi Nugroho berharap anaknya yang menjadi kru Kapal Selam KRI Nanggala 402 bisa ditemukan.

MOHON DOANYA: Sudiyanto (kanan), ayah Serda Dwi Nugroho berharap anaknya yang menjadi kru Kapal Selam KRI Nanggala 402 bisa ditemukan. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

Kapal Selam KRI Nanggala-402 berstatus on enternal patrol (sedang berpatroli selamanya). Serda Dwi Nugroho, salah satu warga Rembang juga berada di dalamnya. Keluarga di rumah masih menunggu kabar. Apapun keadaannya, ayahanda tetap bangga, anaknya menjalankan tugas Negara.

VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI, Radar Kudus

”ADA kabar baik ?,” ucap Sudiyanto, ayah Serda Dwi Nugroho, salah satu kru KRI Nanggala-402 saat menyambut wartawan koran ini di kediamannya Desa Sumbergirang, Lasem kemarin. Kapal selam yang dijuluki monster laut itu sudah hilang kontak sejak 21/4 kemarin.

Baca juga: Pati Selatan Diserbu Pemudik

Dalam perkembangan sebagaimana yang diberitakan Jawa Pos, hingga 25/4, Kapal Selam buatan Jerman itu dipastikan masuk fase subsunk (tenggelam). Nasib awak kapal masih belum diketahui.

Di Rembang, Sudiyanto masih menunggu kabar. Dia mengetahui kabar tersebut dari berita di televisi bahwa KRI Nanggala 402 hilang kontak. Sudiyanto memang tahu bahwa anaknya merupakan salah satu kru KRI Nanggala.

Serda Dwi Nugroho sendiri mengikuti pendidikan militer sekitar 2001 silam. Ia sempat bertugas di Ambon. Dan, pada 2007 mulai bergabung menjadi kru kapal selam. Foto Serda Dwi saat menjadi calon awak Kapal Selam masih terpajang di ruang tamu. Tampil bersama rekan-rekan lainnya yang berpakaian seragam putih.

Menjadi prajurit TNI, kata Sudiyanto, memang sudah menjadi cita-cita Serda Dwi Nugroho. Ugik –sapaan akrab Dwi Nugroho di kampung-, sempat mengikuti beberapa kali seleksi masuk tentara. Pernah juga gagal. Namun itu tak memutuskan semangatnya. Hingga ia diterima sebagai angkatan laut.

Setelah Ugik menjadi prajurit TNI, pihak keluarga sudah siap dengan segala risiko dalam mengabdi kepada negara. ”Memang cita-citanya begitu (menjadi TNI,Red),” katanya.

Setiap berlayar sampai luar Jawa, Ugik selalu mengabari orang tua. Namun, ketika hendak latihan di KRI Nanggala Sudiyanto belum mendapatkan kabar. Ia terakhir bertemu dengan anak keduanya itu ketika Hari Raya Idul Adha lalu. Dan kontak terakhir sekitar sebulan lalu melalui telepon.

Ia berharap, KRI Nanggala bisa segera ditemukan bersama dengan kru di dalamnya. ”Kalau bisa terselamatkan. Tuhan yang menentukan,” imbuhnya. Apabila ada kehendak lain dari Yang Maha Kuasa, Sudiyanto tetap bangga terhadap anaknya yang sedang menjalankan tugas sebagai prajurit.

Selain Serda Dwi Nugroho, di Rembang juga ada Letda Munawir, warga Desa Pacar Rembang yang juga menjadi salah satu kru Kapal Selam KRI Nanggala 402. (*)

(ks/ali/top/JPR)

 TOP