alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Nasib Perajin Patung di Tengah Pandemi

Tak Ada Kunjungan Buyer Lagi, Hanya Nyetok Barang

26 April 2021, 14: 42: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

BERTAHAN: Patung Dewa Kwan Kong siap kirim ke Jakarta. Sumarno dan perajin patung di Mulyoharjo mengandalkan penjualan persediaan barang di tengah merosotnya pesanan selama pandemi.

BERTAHAN: Patung Dewa Kwan Kong siap kirim ke Jakarta. Sumarno dan perajin patung di Mulyoharjo mengandalkan penjualan persediaan barang di tengah merosotnya pesanan selama pandemi. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

Perajin patung di sentra Mulyoharjo terdampak pandemi. Perajin hanya mengandalkan stok barang dan pembelian dari pelanggan tetap.

M. KHOIRUL ANWAR, Radar Kudus

GULUNGAN tali rafia diurai Sumarno, salah satu perajin patung di sentra kerajinan Patung Mulyoharjo. Rafia lalu dipotong menjadi beberapa bagian. Gantian gulungan kardus pembungkus barang mebel yang dibuka segelnya.

Baca juga: Polsek Grobogan Amankan Puluhan Botol Miras Jelang Pelantikan Bupati

Sementara tiga perajin lain memaku rangkaian kayu sebagai tempat pengemasan patung Dewa Kwan Kong. Patung setinggi 2,6 meter itu siap kirim ke Jakarta sore itu. “Patung ini dikirim ke Jakarta,” kata Marno.

Beberapa barang yang akan dikirim sebagian dari stok yang sudah dibuat. Ambil gambar barang setok lalu diunggah di story WhatsApp. Pelanggan lama dan teman yang melihat pesan barang yang sesuai dengan permintaan. “Andalan penjualannya dari stok saja,” tuturnya.

Sebelum pandemi, setiap hari selalu ada wisatawan atau calon-calon pembeli. Buyer datang pilih barang langsung atau pesan barang. Tapi hal itu tak lagi terjadi. “Jadi ya mengandalkan pelanggan lama saja sama online,” ujarnya.

Tingakt penururunan penjualan, kata dia, mencapai 50 persen. Beberapa pesanan yang baru ramai saat ini patung dewa. Kebetulan dia memiliki pelanggan tetap yang biasa pesan patung dewa. Namun jenis patung lain juga melayani.

Dia mempekerjakan tiga perajin. Jika tak ada pesanan, perajin masih tetap bisa berproduksi. Sehingga tidak menganggur. Ketika ada pesanan, sedangkan proses pembuatan barang stok belum selesai maka dihentikan sementara dan menyelesaikan barang pesanan dulu.

“Kalau mengandalkan pesanan ya kasihan teman-teman. Jangan sampai tidak berproduksi. Meski dalam keadaan apa pun. Terus nyetok sambil pasarkan barang-barang,” imbuhnya. (*)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP