alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Nafkah Kurang Bikin Kandas

24 April 2021, 09: 51: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

Nafkah Kurang Bikin Kandas

MAWAR (nama samaran) tak diberikan nafkah suami. Diberi pun cumpon uangnya. Ibaratnya hanya pas buat makan seporsi dan permen sebungkus.

Mawar tidak kuat. Akhirnya menggugat cerai Jono (bukan nama sebenarnya). Pernikahan yang baru dimulainya setahun akhirnya kandas. ”Ora kuat, Mas. Kebutuhan banyak. Tiap hari cuma dikasih Rp 20 ribu. Buat apa di kota besar ini. Kurang lah. Buat beli permen saja kurang,” keluhnya.

Akhirnya dia menjanda. Padahal perempuan berusia 25 tahunan itu, bisa dibilang cantik menurut wartawan ini. Wajahnya bulat memakai kerudung. Giginya berbehel. Kulitnya bersih mengkilap. Selain itu, tubuhnya berisi. ”Mancung dibagian depan”. Semok badannya.

Baca juga: DPC PB Jepara Bagi Takjil dan Istighotsah di Monumen Ari-Ari Kartini

Kebutuhannya tak cuman membeli make up. Hobinya ngopi di kafe, suka jalan-jalan, dan shopping. ”Makanya jadi laki-laki harus berduit. Katanya kewajiban suami memberi nafkah ke istri,” jelasnya.

Mawar mengaku penghasilan Jono berkurang selama pandemi ini. Tak cukup untuk kebutuhan rumah tangga. Jono punya usaha di beberapa tempat. Salah satunya, kue bandung di alun-alun.

”Selama pandemi pemasukan hampir tidak ada. Serba dilarang soalnya. Sungkan minta orang tua terus,” ujarnya.

Jono pun pasrah dengan keadaan yang dialaminya. Belum tahu harus berbuat apa. ”Mau gimana lagi. Pembelinya sepi. Kalau malam diobrak-abrak. Disuruh tutup,” keluh Jono. (adr)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP