alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Masterplan Smart City Ditarget Rampung Tiga Bulan

23 April 2021, 15: 47: 27 WIB | editor : Ali Mustofa

IMPIAN: Potensi laut dan pegunungan bakal menjadi bagian program Smart City.

IMPIAN: Potensi laut dan pegunungan bakal menjadi bagian program Smart City. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, – Program Smart City atau kota pintar di Rembang terus dimatangkan. Pemkab telah membentuk tim penyusun masterplan yang ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan.

Kabid Aplikasi Informatika, pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rembang Suranto menyebutkan tim penyusunan terdiri dari berbagai OPD. Ada enam pilar, smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart branding. “OPD terkait kita masukan sebagai anggota tim teknis kami,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Tim teknis itu menangani konsultan yang telah direkrut untuk menyusun masterplan smart city dengan targetnya tiga bulan sejak bulan April. “Estimasinya bulan Juni 2021 sudah selesai,” tandasnya

Baca juga: Pembunuh Mantan Istri Didakwa Pasal Berlapis

Sesuai tujuannya program-program di smart city bisa sinergi dengan program yang ada di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Tentu setelah masterplan muncul program dan kegiatan yang akan dimasukan ke dokumen RPJMD.

”Kita bekerjanya lewat RPJMD. Cuma kita akan ada program yang lebih smart. Makanya beberapa waktu lalu dikumpulkan di lantai IV. Supaya semua OPD mempunyai pemahaman dan framework sama,” ujarnya.

Sementara Asisten Pemerintahan Sekda Rembang Ahmad Mualif saat konsultasi publik RPJMD menekankan teknologi dalam lingkup pemerintahan harus ditujukan untuk pelayanan masyarakat. Jangan sampai teknologi hanya digunakan untuk kepentingan pribadi atau malah mungkin mengganggu pekerjaan.

”Kita ini sudah orang-orang smart, setidaknya sudah memiliki smartphone. Hanya saja bagaimana teknologi ini kita manfaatkan untuk pelayanan masyarakat. Tidak sekedar teknologi ini kita gunakan untuk kepentingan kita, bahkan kadang mengganggu pekerjaan kita,” bebernya.

Pihaknya menambahkan jika smart city memang didominasi oleh pemanfaat teknologi. Namun pengertian smart city sangatlah luas, pemanfaatan teknologi saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan pemahaman dan kecerdasan guna menyelesaikan masalah yang ada. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya