alexametrics
Selasa, 11 May 2021
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Pakai Kembang Tujuh Rupapun Tak Mempan

20 April 2021, 10: 15: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

Pakai Kembang Tujuh Rupapun Tak Mempan

KALAU tidak ditakdirkan bersama, mau seribu cara pun tidak pernah bersatu. Seperti Tatang dan Hana. Dua pemuda asal Kota Ukir. Cinta mereka bertepuk sebelah tangan. Tatang sayang. Tapi tidak dengan Hana. Karen cintanya dicampakkan, tatang melibatkan mbah dukun. Tapi masih saja tak mempan.

Untuk mendapatkan sosok mbah dukun, ia sudah mengeluarkan banyak duit. Lewat perantara seorang temannya. Cari dukun yang punya jampi-jampi atau pelet. Sekali datang dikasih bulu perindu. Begitu dieksekusi, Hana tak bergeming.

Datang lagi ke mbah dukun. Ganti lagi pakai jurus lain. Pakai ritual kembang tujuh rupa, foto, dan berbagai sesaji lainnya. Tetap saja belum bisa membuat Hana tertarik. Sudah kadung keluar mahar tapi belum juga bisa menembus agar Hana jatuh ke pangkuan Tatang.

Baca juga: Menghafal atau Mempelajari Alquran, Lebih Utama Mana?

Sampai jurus ke tiga. Mencampurkan serbuk pelet ke air minum Hana. Saat kumpul-kumpul dengan teman satu gengnya, air minum Hana sudah dicampuri serbuk dari mbah dukun. Efeknya baru bisa dilihat sehari kemudian.

Tapi nyatanya. ZONK. NIHIL. Nol besar. Tak ada tanda-tanda dari Hana. Mulai curiga, Tatang datang ke rumah mbah dukun. Tapi mbah dukun tidak ada di tempat. Ternyata kabur. Ganti tempat praktik. Karena mbah dukun itu gadungan. Tipu-tipu.

Sudah cinta dicampakkan. Jurus Mbah Dukun tidak mempan. Karena Mbah dukunnya gadungan. 

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP