alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

PPDB Online Bikin Galau Sekolah Pinggiran

19 April 2021, 14: 01: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

MASIH DITAWARKAN: Aktivitas guru saat menyambut rombongan Forkopimda saat evaluasi kedua Pembelajaran Tatap Muka di SMPN 1 Sulang beberapa waktu lalu.

MASIH DITAWARKAN: Aktivitas guru saat menyambut rombongan Forkopimda saat evaluasi kedua Pembelajaran Tatap Muka di SMPN 1 Sulang beberapa waktu lalu. (SMPN 1 SULANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, – Kabupaten Rembang belum siap sepenuhnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem online. Dari 39 sekolah SMP baru sekitar 15 sekolah yang siap. Kendalanya selain anggaran, sekolah pinggiran banyak yang takut bersaing.

Rembang tahun 2021 tengah merencanakan. Menggandeng sebuah provider. Setelah didatangkan dalam proposalnya minimal 25 sekolah yang harus mengikuti. Dengan estimasi satu sekolahnya harus menganggarkan Rp 4.400.000 rupiah.

Hal ini terungkap saat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) rembugan melibatkan pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Baca juga: Rampung Tarawih, Gasss…Bagi Beras

Kasi Kurikulum pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Samiun menyampaikan hasil rembugan pengurus MKKS prinsip setuju sistem online diapli kasikan. Karena lebih mudah identifi kasi pendaftar. Namun ada beberapa masukan dibawah mengemuka. Seperti, sekolah pinggiran yang masih takut jika tidak mendapatkan murid. Juga masalah anggaran. “Mereka masih pikir-pikir,” ungkapnya.

Dari pemetaan awal, hanya sekitar 15 sekolah. “Itupun kalimatnya masih konteks perkiraan. Belum ketemu kepala sekolah langsung,” ujarnya.

Jumlah itu lanjutnya, membuat provider aplikasi belum bisa menyanggupi. Mereka perlu izin ke pusat. Sedangkan Dindikpora dari APBD untuk online tidak ada. Beda kabupaten tetangga seperti Pati menggunakan APBD murni, sehingga menyeluruh tidak masalah.

”Di Rembang sekolah sendiri yang menanggung. Dengan dana yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Rencana selanjutnya akan mengumpulkan kepala sekolah. Kemudian ajak rembugan. Per tama mampu tidak sistem online. Lalu berapa sekolahan. Kedua kalau tidak alternatif semi online yang telah berjalan kemarin disempurnakan.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP