alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Pemkab Dukung ke Liga III, PSIR bakal Didanai APBD

19 April 2021, 13: 45: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

GEMBIRA: Para pemain PSIR melakukan selebrasi saat mengikuti laga beberapa tahun lalu.

GEMBIRA: Para pemain PSIR melakukan selebrasi saat mengikuti laga beberapa tahun lalu. (DONY SETIAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, – Persatuan Sepak Bola Indonesia Rembang (PSIR) besar kemungkinan bakal berlaga kembali. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang membiayai klub kebanggaan masyarakat Rembang itu dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk eksis di liga III.

Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro’ menyadari memang saat ini PSIR belum mengikuti kompetisi. Kesebelasan ini sempat vakum. Setelah degradasi dari posisi liga II ke liga III. ”Memang saat ini belum ada untuk kompetisinya (PSIR,Red). Kita semua tahu belum dibuka. Ke depan kami Insyaallah ikut,” katanya.

Hanies berjanji akan mengupayakan PSIR agar bisa berlaga kembali. Rencananya pembiayaan akan menggunakan APBD untuk liga III. Ia akan berkoordinasi dengan manajemen yang saat ini menaungi PSIR. Dan, juga akan berkomunikasi dengan para pemain dan offi cial.

Baca juga: Sehari Ngaji Enam Kitab

”Kami akan koordinasi dengan PT yang dulu sempat menangani. Jadi Insya Allah akan ada lagi untuk temanteman pegiat olahraga, pecinta PSIR ini bisa melihat lagi teman-teman bermain,” jelasnya.

Kemungkinan liga III akan bergulir sekitar Agustus atau September mendatang. Ia mengaku sudah sempat mendiskusikan perihal ini.”Saya sudah banyak berdiskusi. Perkiraan mulai Agustus atau September dibuka lagi untuk liga tiga,” imbuhnya.

Senada, dalam bidang keolahragaan ke depan, Bupati Rembang Abdul Hafi dz akan memberdayakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang. Melalui organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut nantinya akan ditindak lanjuti dengan kegiatan yang bisa mencakup semua jenis olahraga.

”Akan kami follow up dengan berbagai kegiatan dan keuangan yang bisa untuk membina olahraga di semuanya. Tidak hanya sepak bola. Tapi semua jenis olahraga,” jelasnya.

Pihaknya berharap para pemuda bisa memiliki kemandirian. Caranya, dengan membuat kegiatan berupa pembinaan untuk mengasah kapasitas. Sehingga kemandirian tersebut bisa tercipta.

”Bagaimana pemuda punya kemandirian yang harus diciptakan melalui pembinaan. Meningkatkan kapasitas. Kemandirian pemuda ini harus kita ciptakan,” katanya. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP