alexametrics
Selasa, 27 Jul 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Jatah Sertifikat Nelayan Naik Dua Kali Lipat

17 April 2021, 13: 15: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

BERSIHKAN MUSALA: Seorang warga di kampung nelayan Kragan membersihkan tampak musala.

BERSIHKAN MUSALA: Seorang warga di kampung nelayan Kragan membersihkan tampak musala. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, – Nelayan Kabupaten Rembang mendapat jatah program sertifikasi hak atas tanah (SeHAT) dari 100 menjadi 200 bidang tanah tahun ini. Jatah dari pusat tersebut merupakan identifikasi 2020 untuk sertifikat 2021.

Ini terungkap saat rapat sinergitas dan koordinasi fasilitasi SeHAT nelayan digelar secara daring dan diikuti seluruh Indonesia.

Ada tiga pokok yang bahasan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Direktorat Perizinan dan Kenelayanan.

Baca juga: Gadis Pekerja Keras, Setiap Hari Harus Produktif

Pertama sinergitas antara pusat dan daerah. Kedua terkait penyampaian hasil sertifikasi tahun 2021. Kemudian penyampaian identifikasi CPCL (Permohonan Calon Peserta Calon Lokasi) di tahun 2021.

Khusus Rembang target dari kementerian 200 bidang. Tetapi komunikasi Badan Pertanahan Negara (BPN) Rembang menyanggupi kurang lebih 104 bidang. Kemudian diminta menambah lagi sesuai target awal.

”Tahun kemarin ada syarat bidang harus kategori masuk PTSL. Akhirnya banyak kelimpungan. Data 2019 banyak yang tidak PTSL. Kemudian diusulkan kembali di tahun ini. Tahun depan identifikasi 2021 untuk sertifikat 2022 juga dapat target 200 bidang,” jelas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Suparman melalui Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Herry Martono.

Program SeHAT nelayan sudah dimulai 2017-2018. Untuk Rembang ada Pasar Mbanggi, Rembang. Kemudian tahun selanjutnya Plawangan, Kragan. Untuk identifikasi tahun 2021 nantinya desa Temperak, Sarang.

“Selanjutnya 2022, Sarang Meduro dan Gegunung Wetan, Rembang. dua daerah ini memang tidak masuk PTSL. Namun ada aturan anyar lagi. Untuk identifikasi 2021, sertifikasi 2022 yang tidak PTSL boleh didaftarkan,” terangnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP