alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Bermesraan dengan Burung di Taman Ngulahan

Perawatan Lembut, Disemprit Langsung Ngumpul

14 April 2021, 17: 13: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

JANGAN NAKAL: N Artur, pawang burung di taman Ngulahan memegang salah satu satwa koleksi kemarin.

JANGAN NAKAL: N Artur, pawang burung di taman Ngulahan memegang salah satu satwa koleksi kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

Desa Ngulahan memiliki taman burung baru. Berbagai jenis satwa itu sudah jinak. Cukup meniup peluit burung-burung itu langsung berkumpul.

VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI, Rembang

BURUNG coklat itu menurut tanpa memberontak. Ketika N Artur, pawang burung di taman Ngulahan mengambilnya saat bermain air di kolam. Perlahan Artur berjalan membawanya. Lalu menata agar bisa berdiri mencengkram tangan kirinya. Si burung menurut. Mereka pun saling memandang mata.

Baca juga: Kelompok Tani Desa Kesambi Kudus Diberi Pembinaan Pertanian

Desa Ngulahan, Sedan sedang merintis wisata yang akan menonjolkan flora dan fauna. Saat ini, bagian taman sudah jadi. Taman itu ditata sedemikian rupa dengan sejumlah gazebo. Di tempat itu, wisatawan bisa menikmati pemandangan sawah desa yang berundak-undak. Kemudian juga bisa menikmati view perbukitan.

Selain itu juga dihiasi berbagai tanaman hias. Terlihat klasik dengan lampu-lampu petromak yang menggantung. Beberapa burung juga nangkring santai di atasnya. Atau beristirahat di pagupon berarsitektur ala Tionghoa.

Saepan, Kepala Desa Ngulahan menyampaikan,  adanya taman merupakan cita-cita dari para pemuda desa. Dulu, lanjut Saepan, para karang taruna bermimpi desanya bisa menjadi desa wisata. Saat ini, rintisan itu sudah terwujud. Melalui taman ini. Saepan berharap para pemuda di desanya bisa memunculkan potensi.

Taman ini memang belum sepenuhnya jadi. Saat ini baru 15 persen. Ke depan tanah bengkok kepala desa akan dibuat kolam renang. "Ini sudah dibentuk Pokdarwis," katanya. Tangannya menunjuk area persawahan yang ada di seberang taman. Nampak burung-burung kuntul berterbangan di area situ. Dia berencana akan membangun menjadi kolam juga.

Saat ini, di taman Ngulahan, sudah ada beberapa jenis burung. Seperti kuntul, dara kipas, dan lain-lain. "Ini baru merintis. Pengennya anak-anak sini bisa bekerja semua," katanya.

Tempat ini akan disulap menjadi wisata yang menawarkan flora fauna. Rencananya akan menjinakkan beberapa hewan lainnya. Seperti merak. Akan didatangkan 50 induk. Saat ini masih mencari tempat pembelian yang resmi.

Alasannya ingin menonjolkan burung, karena ingin tampil beda dengan wisata lainnya yang ada di Rembang. "Wisatawan datang langsung berinteraksi dengan burung-burung," katanya.

Keunikan burung-burung yang ada di taman ngulahan sudah jinak. Cukup ditiup pakai peluit mereka pun sudah sudah datang berkumpul.

N Artur, sang pawang burung mengatakan, perawatan satwa agar bisa menurut cukup diberi treatment dengan lembut. "Perawatannya burung dirawat tanpa dikasari," katanya.

Menurutnya, yang paling rawan ketika datang anak-anak kecil. Yang sering memegang-megang tanpa aturan. Ia mengaku pernah menjumpai kejadian demikian. Saat ada rombongan  anak-anak naik odong-odong, begitu tahu burung langsung diserbu.

Artur bersama timnya selalu memberikan edukasi agar pengunjung tak mengasari burung-burung. Agar burung bisa terbiasa dengan interaksi bersama manusia. Melatihnya sekitar sebulan. Agar satwa-satwa itu nyaman dengan kedatangan manusia. Dan tak mudah kabur. "Yang bikin kabur itu karena dia (burung,Red) trauma. Dilempar, dipegang seenaknya, dicabuti bulu-bulunya," ujarnya.

Jawa Pos Radar Kudus mencoba mendekati burung kuntul yang hinggap di salah satu pohon taman. Memotret dari jarak sekitar setengah meter, burung itu tetap tenang.

Kesulitan dalam merawat burung sendiri, kata Artur, saat ini masih belum ada yang menjaga intens 24 jam. Sehingga terkadang ditemui ada burung yang kakinya pincang. Sempat ada juga dua burung yang hilang dimakan biawak. "Malam (burung-burung,Red) tidur di sini (Taman Ngulahan,Red)," katanya. (*)

(ks/ali/top/JPR)

 TOP