alexametrics
Minggu, 09 May 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Menjelang Pilkades Serentak di Pati, Polisi Tangkap 15 Botoh

09 April 2021, 14: 32: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

DITUNJUKKAN: Hasil temuan barang bukti (BB) judi pilkades yang disita dari botoh oleh pihak kepolisian diperlihatkan di Mapolres Pati kemarin.

DITUNJUKKAN: Hasil temuan barang bukti (BB) judi pilkades yang disita dari botoh oleh pihak kepolisian diperlihatkan di Mapolres Pati kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Polres Pati menangkap 15 tersangka kasus perjudian Pemililihan Kepala Desa (Pilkades) serentak alias botoh di Kabupaten Pati. Mereka semua diamankan sejak 13 Maret lalu hingga kemarin dari lima kecamatan. Meliputi, Kecamatan Cluwak, Margorejo, Wedarijaksa, Tayu, dan Batangan.

Rinciannya, di Kecamatan Cluwak, tersangka yang dibekuk polisi YE dan J. Dengan barang bukti Rp 4 juta. Di Margorejo polisi mengamankan AR, SI, dan SP dengan barang bukti Rp 96 juta. Sedangkan di Kecamatan Wedarijaksa berhasil diamankan A, M, SK, SG, dan N dengan barang bukti Rp 57,6 juta. Sementara di Kecamatan Tayu diamankan AP dan SN dengan barang bukti Rp 6 juta. Serta di Kecamatan Batangan diamankan J, S, dan L dengan barang bukti Rp 19 juta.

Para pelaku memanfaatkan momen pilkades serentak yang akan digelar 10 April mendatang sebagai wahana perjudian.

Baca juga: Peringati Hari Jadi, Ziarah Makam Para Pendiri

Para tersangka itu diperlihatkan di Mapolres Pati saat konferensi pers kemarin. Para tersangka yang berjumlah 13 orang memakai baju biru. Tangan mereka diborgol. Ada juga yang diborgol bergandengan. Sedangkan tersangka lain tidak dihadirkan karena sakit.

Selain 13 tersangka itu, polisi juga menunjukkan barang bukti (BB) berupa uang dan buku rekening. Barang itu dibungkus plastik dan diletakkan meja cokelat tempat BB.

”Hasil temuan ini per 31 Maret lalu. Satgas (satuan tugas) dibuat dalam rangka antisipasi gangguan pilkades serentak 10 April nanti,” kata Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafa’at kemarin.

Pihaknya telah memploting 58 orang ke dalam satgas di seluruh desa. Tim ini akan tetap berlangsung selama pilkades.

”Sampai saat ini (kemarin, Red), dari 215 desa yang melaksanakan pilkades, kami mendapati 15 tersangka botoh. Dari pengakuan, mereka baru kali pertama melakukannya,” ujarnya.

Kasatreskrim AKP Ghala Rimba Doa Serrang menuturkan, para tersangka divonis antara 1 hingga 1,5 tahun. Sementara ini, pihaknya menangkap tersangka dari warga desa yang melaksanakan pilkades sendiri.

”Mungkin ada pemain botoh dari luar yang memanfaatkan situasi pilkades ini. Kami masih melakukan penyelidikan. Ketika ada yang tertangkap akan kami rilis lagi,” tambahnya.

Pihaknya mengimbau agar tidak terpancing pemain botoh ini. Ini agar pilkades serentak berjalan aman, damai, dan sehat.

”Jika masyarakat mendapati informasi terkati perjudian (botoh) atau money politics bisa dilaporkan kepada kami. Nanti akan kami tindak lanjuti,” imbaunya. (adr)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP