alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Lakon Mendut Disuguhkan dengan Gaya Ketoprak

08 April 2021, 16: 50: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

DISIARKAN: Pentas kesenian digelar secara virtual di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pati kemarin (6/4).

DISIARKAN: Pentas kesenian digelar secara virtual di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pati kemarin (6/4). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Pentas seni teater berjudul “Mendut kobar api pantai utara” diperagakan di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pati kemarin (6/4). Kesenian asal Pati itu, digelar secara virtual. Ini menimbang imbauan pemerintah untuk tidak menimbulkan kerumunan.

Acara ini digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati. Beberapa kelompok kesenian dipersilahkan untuk menampilkan kesenian secara virtual. Salah satu yang ditunjuk kelompok Teater Minatani.

Selepas pementasan ini, sutradara Beni Dewa ingin memunculkan sudut pandang lain tentang kisah Rara Mendut yang beredar dari masyarakat.

Baca juga: PT Era Jaya Wijaya Terjunkan Tim ke Blora untuk Usut Kasus Vendor

Menurutnya, di samping kisah asmara, dalam kisah Rara Mendut ada sebuah perjuangan dari penjajahan. ”Kami melihat sosok Mendut lebih dari (asmara) itu. Bagimana perjuangan untuk tidak mau menyerah dengan penjajahan sangat kuat," ujar Beni.

Beni mengaku meramu pementasan ini dengan ciri khas kesenian tradisional asal Pati, Ketoprak. ”Ada silatnya, ada taman sarinya. Itu yang ingin kita masukkan dalam pementasan ini. Jadi kita padukan kesenian Ketoprak dengan kesenian moderen ala anak-anak muda,” tandasnya.

Malam itu pukul 18.30. Dalam sebuah panggung sandiwara, seorang wanita terlihat murung dalam temaram cahaya. Ia berduka lantaran suaminya ingin mendua dengan wanita yang lebih cantik.

Ia seolah memegang pedang bermata dua. Sebagai seorang wanita Jawa, pantang menolak keinginan suami. Tetapi ia tak kuat menahan luka di dada yang timbul oleh hasrat suaminya.

Cuplikan itu merupakan sebuah opening pementasan teater dari Teater Minatani dengan lakon Mendut, Kabar Api dari Pantai Utara Jawa. Sebuah lakon yang menceritakan kisah asmara bak Rameo-Juliet.

Pememtasan ini merupakan rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah 2021 yang difasilitasi oleh Disdikbud dan disiarkan secara langsung di channel Youtube Mitra Budaya Pati.

Wanita yang berada dalam adegan pembuka adalah Nyai Ajeng (Lacahya) istri Tumenggung Wiraguna (Sigit), lelaki yang 'kedanan' Rara Mendut (Siwigustin).

Tumenggung Wiraguna merupakan salah satu panglima perang kerajaan Mataram. Ia ingin menikahi Rara Mendut yang berasal dari Kabupaten Pati. Tumenggung Wiraguna pun dengan mengutus Nyai Ajeng untuk melamar Rara Mendut.

Namun, lamaran itu ditolak mentah-mentah. Rara Mendut ingin merdeka, memilih lelaki pujaan hatinya, Pranacitra (Aji), yang hanya seorang penjaga kuda.

Ketika berdialog dengan Mbok Mban (defi), Nyai Ajeng Mbok Mban (Defi) ia mengaku kasihan dengan Rara Mendut sekaligus salut dengan sikap Mendut.

”Berbaggalah kaum wanita yang mampu memilih takdirnya sendiri,” ucap Nyai Ajeng kepada Mbok Mban.

Penolakan ini membuat Tumenggung Wiraguna murka. Ia mencari pun cara agar Rara Mendut mau ia pinang. Sampai akhirnya ia mewajibkan Rara Mendut untuk membayar pajak yang tinggi kepada kerajaan Mataram.

Rara Mendut pun harus berpikir panjang untuk mendapatkan uang guna membayar pajak tersebut. Sadar akan kecantikannya dan keterpukauan semua orang terutama kaum lelaki kepadanya, akhirnya dia menjual rokok yang sudah pernah dihisapnya dengan harga mahal kepada siapa saja yang mau membelinya.

Pranacitra akhirnya mati, dibunuh Wiraguna dengan kecemburuannya. Melihat kekasihnya mati, Mendut bunuh diri. Ia lebih memilih mati dibandingkan bersama dengan keserakahan perbudakan wanita.

Pementasan ini juga diperankan oleh Fais, Ali dan Hanif sebagai warga atau lelaki lain yang juga kasmaran dengan Rara Mendut. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP