alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Motor Listrik Per Tahun hanya Bayar Pajak Rp 15 Ribu

08 April 2021, 16: 02: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

UJI KETANGGUHAN: Seorang polwan di jajaran Satlantas Polres Rembang uji coba naik motor listrik di halaman kantornya kemarin.

UJI KETANGGUHAN: Seorang polwan di jajaran Satlantas Polres Rembang uji coba naik motor listrik di halaman kantornya kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Motor listrik dari diler SMK Muhammadiyah Rembang mendapat respons positif dari. Satlantas setempat kemarin mengeluarkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Ada perbedaan di bagian plat nomor pada umumnya, jika STNK pada umumnya hitam di bagian bawahnya. Di motor listrik bawahnya berwarna biru. Ini merupakan pertama di keluarkan di Kota Garam.

Kemarin test drive dan penyerahan STNK dan plat nomor digelar di halaman Satlantas Polres Rembang. Motor listrik bermerk ECGO 2 dijajal salah satu anggota di medan tanjakan dan jalan berkelok.

Motor yang diproduksi PT Green City Traffic digadang-gadang akan menjadi trend di tahun 2025. Kunggulanya tidak sekadar hemat energi, bebas banjir, tenaganya juga lumayan bisa nanjak sudut kemiringan  45. Kelebihan juga gesit.

Baca juga: Fakultas Ushuluddin IAIN Kudus Latih Keahlian Menulis

Uji coba kedua motor digunakan tes pembuatan sim. Untuk rute lurus mulus. Lalu bentuk angka delapan tidak ada hambatan. Begitupun yang zig-zag. Hanya butuh skill lebih supaya tidak menabrak rintangan.

Karena desainnya ada perbedaan dengan jenis metik bermesin. Nampak dari jarak kaki dengan jok sedikit naik ke atas. Begitupun stang kemudi menyesuaikan. Tentu manuvernya beda. Disitu ada tiga kecepatan. Untuk 1 bisa sampai 20 km, begitupun 3 maksimal 60 km.

Tidak hanya itu saja, karena ada STNK dan plat motor ini dicoba di trek tanjakan dengan kemiringan 45 derajat. Hebatnya jika langsung digas bisa ngacir, baik digunakan satu atau dua penumpang.

Lalu  di tes di tengah berhenti. Ini harus ada penyesuaiannya. Karena motor tidak bisa digas kalau direm. Harus dilepas dulu. Itupun posisinya harus nomor dua. Kalau satu torsinya berat, untuk tiga tidak kuat. Sehingga butuh penyesuain bagi medanya ada tanjakan. Namun jika digunakan untuk santai cukup recomended.

Kasat Lantas Polres Rembang menambahkan Satlantas Polres Rembang AKP Hendrie Suryo Liquisasono berharap kedepan motor listrik  bisa berkembang dan lebih maju.

Dia mengakui jika surat menyurat kendaraan motor listrik baru diterbitkan kali pertama. ”Ia ini baru kali pertama. Kendaraan listrik yang diberi surat TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) STNK dan plat nomor,” ujarnya.

KBO Satlantas Polres Rembang Aiptu Joko Wuryatmo menyampaikan TNKB ada perbedaanya. Untuk membedakan dari jenis bahan bakarnya, untuk listrik di bawah biru. Untuk kepengurusan sama. Biaya jumlahnya Rp 331, 500 ribu, ada rincian BBN-KB 121, 500.

Lalu PNKB Rp 15 ribu, SWDKLLJ Rp 35 ribu (jasa raharja), biaya administrasi STNK Rp 100 ribu, biaya administrasi TNKB sebesar Rp 60 ribu. Dengan digit mengawali kepala enam untuk motor jenis tenaga listrik.

”Lima tahun ke depan pakai pajak tambahan plat nomor dan STNK. Jadi pajak setiap tahunnya Rp 15 ribu. Tentu karena ada STNK dan plat nomor diwajibkan memakai helm dan SIM. Lain dengan sepeda listrik,” himbauanya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya