alexametrics
Sabtu, 10 Apr 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Dukun Pengganda Uang Rp 15 Miliar Asal Bojonegoro Dibekuk di Blora

08 April 2021, 14: 47: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

DIPERIKSA: Dukun gadungan asal Bojonegor, Jawa Timur tak bisa berkutik setelah dibekuk jajaran Polres Blora.

DIPERIKSA: Dukun gadungan asal Bojonegor, Jawa Timur tak bisa berkutik setelah dibekuk jajaran Polres Blora. (RADAR KUDUS FOTO)

Share this      

BLORA Dua dukun gadungan MAT dan NI, warga Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dibekuk polisi kemarin. Keduanya diduga melakukan praktik penipuan dengan modus menjadi dukun yang mampu mengandakkan uang tanpa tumbal.

Selain mengamankan tersangka, petugas gabungan juga mengamankan beberapa barang bukti. Mulai 3 HP, satu unit sepeda motor Honda Vario, uang tunai sebesar Rp  2.850.000. Berikutnya, baju koko warna hitam, peci warna hijau, sarung kotak-kotak warana biru dongker dan 2 buah sisa dupa yang digunakan dalam ritual.

Selain itu, 2 buah peniti, selembar kain warna hitam serta kantong kain warna hitam yang berisi daun dan kulit bambu. Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama melalui Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana mengungkapkan kejaian ini bermula, saat korban Ali Zaenal Abidin, warga Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan membuat postingan di akun Facebook-nya dengan kata-kata mencari uang goib yang bisa bertemu langsung pada Rabu, (31/3) kemarin.

Baca juga: 30 Tenaga Kependidikan IAIN Kudus Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Selanjutnya korban mendapat Inbox di pesan Facebook dari akun yang bernama Nur Rahmat yang mengatakan ada temannya yang dapat mewujudkannya tanpa tumbal. Selanjutnya memberikan nomor WA.

Entah setan apa yang merasuki korban. Mendapat Inbox tersebut, korban langsung percaya begitu saja. Hingga akhirnya terjalin komunikasi melalui WA dan korbanpun nekat pergi ke Cepu untuk bertemu dengan tersangka.

“Karena korban tertarik, selanjutnya melanjutkan percakapan melalui Whatsapp dan korban di suruh untuk datang di Cepu,” terang AKP Agus Budiana.

Selanjutnya, Senin, (5/4) pukul 13.00, korban tiba di Cepu. Dijemput di terminal Cepu oleh salah seorang  pelaku yang mengaku bernama Nur Rahmat. Selanjutnya diajak ketempat ritual di makam Kampung Nglebok, Kelurahan Tambakromo, Cepu. “Sesampainya ditempat tersebut Nur Rahmat menghubungi kawannya bernama Ote  untuk menuju ke tempat ritual. Selanjutnya korban diajak di bawah pohon bambu dekat makam dan Nur Rahmat menunggu di depan makam. Kemudian Ote melakukan ritual,” tambahnya.

Caranya, korban memasukan uang dan Handphone ke dalam kantong kain warna hitam. Berikutnya, korban dijanjikan uang tersebut akan berlipat menjadi Rp 15 miliar. Karena korban merasa yakin dan percaya, akhirnya korban menuruti kemauan pelaku dan di suruh memegang kantong kain warna hitam dengan menutup mata selama 3 menit.

Sayangnya, setelah korban membuka mata, kedua pelaku tidak ada ditempat. Merasa curiga, korban membuka kantong kain warna hitam yang diberkan tersebut. Siyalnya, bukannya uang malah daun dan kulit bambu yang ada. Sementara uang dan Handphone sudah tidak ada atau hilang.

“Jadi Nur Rahmat dan Ote itu hanyalah nama samaran untuk mengelabui korban. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar sebesar Rp 10 juta. Selanjutnya pelapor melaporkan hal tersebut ke Polsek Cepu,” tambahnya.

Setelah melakukan penyidikan dan bekerja sama dengan Tim Buser Satreskrim Polres Bojonegoro, Unit Reskrim Polsek Cepu, akhirnya berhasil membekuk para pelaku di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara,” tegasnya. 

(ks/sub/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya