alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Cari Rumput, Pria di Jepara Malah Temukan Mayat yang Sudah Membusuk

08 April 2021, 12: 45: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

DIEVAKUASI: Personel kepolisan membawa kantong berisi jenazah yang ditemukan pencari rumput di asrama Undip, Telukawur, Tahunan, kemarin pagi.

DIEVAKUASI: Personel kepolisan membawa kantong berisi jenazah yang ditemukan pencari rumput di asrama Undip, Telukawur, Tahunan, kemarin pagi. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Khoirun, seorang pencari rumput menemukan mayat di area asrama kampus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip), Telukawur, Tahunan, kemarin. Kondisinya sudah membusuk.

Mayat itu ditemukan warga RT 3/RW 1, Telukawur, Tahunan, itu sekitar pukul 07.00. Ia awalnya curiga lantaran mencium bau busuk. Setelah dicari, ia menemukan mayat di teras gedung C asrama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip. ”Saya lihat itu orangnya sudah ada cairan di sisinya. Jadi langsung tak laporkan ke satpam,” papar Khoirun.

Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tengkurap. Kepala di sebelah utara dan kakinya di selatan. Di sebelah timurnya ada kaus biru dan sepasang sandal yang juga berwarna biru. Mayat ditemukan tanpa mengenakan baju. Hanya memakai celana pendek.

Baca juga: Mas Gilang: Pegang Teguh Ideologi Pancasila

Letak penemuan mayat dengan perkampungan hanya sekitar 50 meter. Namun, lokasi tersebut jarang dilalui warga. Selain itu, antara perkampungan dengan area kampus dipisahkan pagar setinggi sekitar 2 meter.

Kompleks tersebut memang sudah sejak lama tak dipakai. Ditandai dengan semak-semak memenuhi halaman kampus.

Selanjutnya, mayat tersebut divisum luar di lokasi penemuan oleh tim dokter dari Puskesmas Tahunan. Dr. Bramana Putra dari Puskesmas Tahunan mengungkapkan, hasil pengamatan luar tak ditemukan tanda-tanda kekerasan. ”Untuk mengetahui lebih jauh, perlu pemeriksaan mendalam di rumah sakit tentunya. Karena telah terjadi pembusukan,” terangnya.

Mayat tersebut diperkirakan telah meninggal lebih dari tiga hari. Lantaran telah terjadi pembusukan. Terkait cairan berwarna merah di sekitar mayat, merupakan cairan yang keluar dari tubuh mayat, karena terjadi pembusukan. Proses identivikasi melibatkan Tim Inavis Polres Jepara.

Kapolres Jepara AKBP Aris Tri Yunarko melalui Kapolsek Tahunan AKP Suyitno mengatakan, mayat itu dibawa ke RSUD RA Kartini. ”Ditengarai bernama Budi, 45, warga RT 4/RW 2, Desa Langon, Tahunan. Dari RSUD lalu diserahkan ke keluarga. Karena keluarga menolak otopsi,” paparnya.

Zuriyanto, salah satu keluarga Budi mengatakan, sehari-hari Budi sering tidur di tempat-tempat umum. Salah satunya di area asrama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip. ”Sudah lama dia tidak pulang,” terangnya. (rom)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya