alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

LKPD: Pendapatan Asli Daerah Kudus Capai Rp 2 Triliun

Bakal Dibahas Per Komisi

08 April 2021, 11: 46: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

LKPD: Pendapatan Asli Daerah Kudus Capai Rp 2 Triliun

Share this      

KUDUS – Pemkab Kudus melaporkan Laporan Keuangan Pendapatan Daerah (LKPD) akhir tahun 2020 kemarin. Perlaporannya disampaikan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus dalam rapat paripurna.

Penyampaian LKPD ini dilaksanakan di ruang paripurna DPRD Kudus kemarin. Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kudus Masan sekaligus dihadiri oleh OPD, camat, berserta lainnya. Penyampaian LKPD ini disampaikan langsung oleh Plt Bupati Kudus Hartopo.

Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, pihaknya mengapresiasi pelaporan LKPD itu. Di samping itu, pelaporan LKPD ini menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk disampaikan kepada DPRD Kudus. Untuk detailnya akan dibahas bersama komisi.

RAPAT PARIPURNA: Plt Bupati Kudus Hartopo dan Ketua DPRD Kudus Masan saat mengikuti rapat paripurna dalam agenda penyampaian LKPD 2020.

RAPAT PARIPURNA: Plt Bupati Kudus Hartopo dan Ketua DPRD Kudus Masan saat mengikuti rapat paripurna dalam agenda penyampaian LKPD 2020. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

Sementara itu, Hartopo mengucapkan terima kasih yang telah membantu program pembangunan pemerintah daerah. Ini demi peningkatan pelayanan masyarakat.

Hartopo juga menyampaikan, APBD ini merupakan refleksi formal penyelenggaraan tugas yang secara besar dibagi tiga komponen anggaran. Antar lain, pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan.

Pada anggaran APBD 2020 ini, pendapatan daerah Pemkab Kudus ditargetkan sebesar Rp 1,967 triliun. Pada akhir 2020 lalu, kata Hartopo, terealisasi sebesar Rp 2,015 triliun. “Ini melampaui target sebesar 102,44 persen pendapatannya,” terangnya.

PELAPORAN: Rapat Paripurna DPRD Kudus dalam agenda penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2020 kemarin.

PELAPORAN: Rapat Paripurna DPRD Kudus dalam agenda penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2020 kemarin. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

Sementara itu penjabaran pendapatan daerah dijabarkan menjadi tiga rincian. Yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditetapkan sebesar Rp 291 miliar. Sementara terealisasi sebesar Rp 383 miliar. Dana perimbangan ditargetkan, ditetapkan sebesar Rp 1,206 triliun. Realisasinya sebesar Rp 1,183 triliun. Untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah, ditetapkan sebesar Rp 468 miliar. Realisasinya sebesar Rp 447 miliar.

“Kami sampaikan belanja daerah dianggarkan Rp 2,151 triliun dan direalisasikan Rp 1,914 triliun atau mencapai 88,95 persen,” terangnya.

Belanja tidak langsung  sendiri Pemkab Kudus menganggarkan sebesar Rp 1,2 triliun. Semetara realisasina sebesar Rp 1,119 triliun. Belanja langsung dianggarakan sebesar Rp 932 miliar, realisasinya sebesar Rp 794 miliar.

Post penerimaan pembiayaan, dianggarkan sebesar Rp 190,91 miliar, realisasinya sebesar Rp 190,90 miliar.  Sementara pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 6 miliar dan terealisasi Rp 4, 1 miliar. Dana itu untuk penyertaan modal bagi PDAM.

Dengan demikian, lanjut Hartopo, pembiayaan netto APBD yang diprediksikan sebesar Rp 184,9 milliar terealisasi sebesar Rp 186,7 miliar. Atau mencapai 101 persen. Sedangkan SILPA pada tahun 2020 lalu sebesar Rp 287 miliar. 

FOKUS: Anggota DPRD Kudus fokus mengikuti rapat paripurna kemarin.

FOKUS: Anggota DPRD Kudus fokus mengikuti rapat paripurna kemarin. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya