alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Belajar Kopi, Rela PP Juwana-Pati

08 April 2021, 10: 16: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

Putri Ajeng Puput

Putri Ajeng Puput (DOKUMEN PRIBADI)

Share this      

SEBAGAI pecinta kopi, Putri Ajeng Puput ingin menghabiskan waktunya hanya untuk kopi. Karena itulah, dia rela pulang-pergi Juwana-Pati Kota demi menyalurkan hobinya.

"Harus totalitas, Mas. Setiap hari ke Pati Kota membuat kopi di coffee shop saya," kata gadis asal Desa Growong, Juwana, Pati, itu.
Awal mula dia mengaku belajar kopi dari media online. Main Hp hanya untuk melihat video tutorial meracik kopi.
Mirip minum obat. Sehari tiga sampai empat kali. ”Tiap kali belajar mungkin 2-4 jam-an,” imbuh gadis 20 tahunan itu.
Selain belajar dari medsos, dia mengikuti barista di coffee shop untuk belajar secara langsung. "Iya saya laju itu. Ikut di salah satu coffee shop di Pati," ujarnya.
Kerja di cafe itu dia disistem shift. Kadang pulang malam hingga pukul 22.00. ”Itu belum otewe ke rumah. Kalau cewek kan riskan, Mas, pulang malam. Apalagi lewat pantura musuhnya bis malam," ungkapnya.

Selain itu, orang tuanya khawatir. Anak perempuannya itu pulang malam. Kalau shift siang dia. Dia membawa peralatan make up komplit. Di cafe, dia menghias wajahnya lagi dengan wedak.
"Kalau perjalanan jauh. Terus wedaknya luntur gimana mas. Kan riskan," katanya sambil tersenyum.
Sekitar dua bulan dia belajar di salah satu coffee shop itu. Setelah dirasa mampu, dia membuka coffee shop sendiri di Juwana. "Saya memberanikan diri mas. Kalau usaha itu jangan ada ragu. Langsung saja. Seiring berjalannya waktu pasti sudah bisa," katanya.

Baca juga: Trisno Tenanan, malah Dinggo Dolanan

Coffee shop tempat magangnya di dekat terminal Pati. Dia otodidak terjun di dunia barista. Hanya belajar lewat Youtube.

“Mengenal seluk-beluk kopi. Soalnya jenis kopi beda-beda. Cara penyajian juga beda,” tambahnya.

Saat ini di Juwana belum banyak coffee shop. Kalau ada itupun cabang dari kota besar seperti semarang. “Kalau cafe lokal kan lebih murah. Jadi pelanggan bisa ke cafeku setiap hari,” bebernya.

Nama coffee shopnya MG.Coffee. Minggu ini baru akan buka. Selain pemilik, dia juga membuat kopi untuk pelanggannya. Itu karena hobi. “Biasanya kan yang punya hanya memantau saja. Tapi saya juga membuat kopi. Karena hobi kan,” pungkasnya. (adr)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP